TVRINews – Banten
Program Kampung Nelayan Merah Putih dorong efisiensi ekonomi pesisir melalui pembangunan infrastruktur terintegrasi.
Kehidupan nelayan di Desa Cikiruhwetan, Kabupaten Pandeglang, kini menapaki babak baru. Kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi pemerintah pusat membawa optimisme bagi warga pesisir yang selama puluhan tahun bergelut dengan keterbatasan infrastruktur.
Program ini dirancang sebagai solusi komprehensif bagi masyarakat nelayan. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 titik kampung nelayan di seluruh Indonesia, dengan 65 di antaranya telah beroperasi hingga April 2026, mencakup penyediaan pabrik es, gudang beku, bengkel kapal, hingga sentra kuliner untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan.
Bagi Carno, seorang nelayan yang telah melaut sejak 1992, perubahan fisik di desanya merupakan sinyal positif. Sebelum intervensi pemerintah ini, kawasan tempat tinggalnya menghadapi tantangan serius terkait tata ruang dan minimnya fasilitas pendukung operasional.

“Kondisi lingkungan kini jauh lebih nyaman dan tertata dibandingkan sebelumnya. Kami merasa lebih diperhatikan, karena aktivitas kami di laut kini didukung oleh infrastruktur yang lebih jelas,” ujar Carno saat berbagi pengalamannya seperti di kutip badan Komunikasi Pemerintah RI Rabu 24 Juni 2026.
Tantangan utama bagi nelayan di Cikiruhwetan selama ini adalah fluktuasi cuaca ekstrem dan tingginya biaya operasional, seperti pemeliharaan mesin kapal. Melalui KNMP, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyediakan pendampingan teknis, termasuk pelatihan permesinan agar nelayan dapat beroperasi dengan lebih efisien.
Lebih dari sekadar infrastruktur, program ini diharapkan menjadi katalisator ekonomi lokal. Carno berharap fasilitas yang tersedia mampu memberdayakan kelompok masyarakat lain di desa tersebut, termasuk ibu rumah tangga yang kini memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi baru.
“Harapan kami, program ini berkelanjutan dan dapat semakin melengkapi kebutuhan nelayan. Kami ingin maju bersama dukungan fasilitas yang mumpuni,” tambahnya.
Pemerintah menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya untuk mewujudkan masyarakat pesisir yang mandiri. Dengan mengoptimalkan potensi desa melalui sarana pendukung yang memadai, diharapkan kesenjangan ekonomi di wilayah pesisir dapat terus ditekan.
Kisah transformasi di Cikiruhwetan ini menjadi representasi nyata dari pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat. Informasi lebih mendalam mengenai implementasi program ini dapat diakses melalui kanal dokumentasi Sinergi Indonesia oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.










