TVRINews, Banyumas
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengunjungi Padepokan Yasnaya Polyana di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem pemajuan kebudayaan yang tumbuh dari inisiatif masyarakat.
Padepokan Yasnaya Polyana sendiri dikenal sebagai ruang pengembangan filsafat, sastra, dan pertanian organik yang konsisten menjalankan program residensi. Dalam kunjungannya, Menbud meninjau langsung pelaksanaan program Residensi Ngéngér Tani 2026 bertajuk “Literasi Kehidupan Desa: Advokasi Kebudayaan untuk Manusia Desa” yang didukung melalui Dana Indonesiaraya.
Oase Budaya bagi Intelektual dan Seniman
Fadli Zon menyatakan harapannya agar ruang-ruang kreatif serupa terus bermunculan di berbagai pelosok Indonesia. Ia melihat padepokan ini sebagai model ideal di mana kebudayaan menyatu dengan alam dan kehidupan masyarakat.
“Kita berharap cultural enclave, kantong-kantong budaya seperti Yasnaya Polyana ini makin banyak tumbuh di seluruh Indonesia. Sehingga menjadi oase budaya yang menginkubasi para penulis, para pemikir, para sastrawan, seniman, budayawan, termasuk dalam hal ini menyatu dengan alam, dengan pertanian organik,” jelas Fadli Zon dalam keterangan yang diterima, Minggu, 28 Juni 2026.
Ia juga mengenang inspirasi di balik penamaan padepokan tersebut yang merujuk pada kediaman sastrawan besar dunia, Leo Tolstoy, di Rusia. Baginya, semangat sastra yang melintasi batas ruang dan waktu itu kini berakar kuat dalam inisiatif budaya di Banyumas.
Kebudayaan sebagai Strategi Peradaban
Budayawan sekaligus pendiri Padepokan Yasnaya Polyana, Ashoka Siahaan, menyambut positif dukungan pemerintah tersebut. Ia menekankan bahwa kebudayaan harus diposisikan sebagai strategi peradaban, bukan sekadar aktivitas seremonial.
Ashoka juga mengingatkan pentingnya memperkuat politik kebudayaan sebagai benteng jati diri bangsa.
“Ke depan, yang harus kita dalami adalah politik kebudayaan agar kita eling lan waspodo*, eling dari dalam, waspada terhadap pengaruh dari luar,” tegas Ashoka.
Komitmen Kolaborasi Pemerintah
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan komunitas di berbagai daerah. Melalui pemberian dukungan seperti Dana Indonesiaraya, pemerintah berharap ruang-ruang budaya dapat terus berkelanjutan dan menjadi inkubator kreativitas yang inklusif bagi generasi mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Menbud Fadli Zon turut didampingi oleh Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis, serta Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan menargetkan agar kantong-kantong budaya seperti Yasnaya Polyana tidak hanya menjadi ruang pendidikan seni, tetapi juga pusat inovasi yang mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan bangsa.










