TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif dengan membekali talenta digital kemampuan memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI). Upaya tersebut diwujudkan melalui workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 yang digelar bekerja sama dengan Dicoding Indonesia.
Workshop bertajuk Productivity with AI: Menguasai Teknik Prompting untuk Transformasi Alur Kerja Produktif ini diikuti 100 peserta terbaik yang telah menyelesaikan kelas AI Praktis untuk Produktivitas dalam Program BDT 2026. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai teknik prompting hingga praktik langsung memanfaatkan AI untuk mendukung pekerjaan dan menciptakan solusi kreatif.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, mengatakan penguatan talenta digital menjadi fondasi penting dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pesatnya transformasi digital.

(Foto: Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam)
"Di tengah percepatan transformasi digital, Indonesia membutuhkan lebih banyak individu yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan nilai tambah melalui teknologi. Lewat Program Badan Ekraf Digital Talent 2026, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap kompetensi masa depan sehingga lahir semakin banyak talenta yang mampu menghasilkan karya, membuka peluang usaha, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia," ujar Neil dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Neil, AI membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mempercepat proses kerja, meningkatkan efisiensi, hingga melahirkan inovasi baru. Namun, pemanfaatannya harus dibarengi dengan kemampuan praktis agar teknologi tersebut dapat digunakan secara efektif dan bertanggung jawab.
Workshop BDT 2026 menghadirkan tiga sesi utama, yakni penerapan AI di berbagai sektor, optimalisasi AI untuk mendukung pekerjaan, serta praktik membuat karya berbasis AI yang dipresentasikan melalui sesi showcase. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengembangkan solusi berbasis AI.
CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, menilai kemampuan memanfaatkan AI secara optimal telah menjadi kompetensi yang dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan.
"AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan alat produktivitas yang sudah digunakan oleh para profesional hari ini. Tantangan terbesar bukan lagi apakah kita akan menggunakan AI, melainkan bagaimana kita dapat memanfaatkannya secara efektif, bertanggung jawab, dan menghasilkan dampak nyata," kata Narenda Wicaksono.
Hal tersebut sejalan dengan hasil survei Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 yang melibatkan lebih dari 3.100 talenta digital Indonesia. Sebanyak sembilan dari sepuluh pengembang profesional mengaku mengalami peningkatan produktivitas sebesar 20 hingga lebih dari 50 persen setelah memanfaatkan AI generatif dalam alur kerja mereka.
Direktur Aplikasi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Tri Wahyudi, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pembelajaran AI yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.
Melalui Program Badan Ekraf Digital Talent 2026, Kementerian Ekraf bersama Dicoding Indonesia berharap semakin banyak talenta kreatif Indonesia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menciptakan inovasi digital, serta menghasilkan karya bernilai tambah yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.










