TVRINews, Denpasar
Kebutuhan masyarakat Bali terhadap smartphone dan layanan pendukungnya terus meningkat sepanjang 2026. Perubahan gaya hidup yang semakin mengandalkan ekosistem digital mendorong konsumen lebih selektif dalam memilih perangkat maupun layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Selain smartphone baru, minat terhadap smartphone bekas berkualitas yang telah melalui proses pengecekan kelayakan juga terus meningkat. Di sisi lain, layanan seperti kredit, tukar tambah (trade-in), dan perbaikan (service) menjadi pertimbangan penting sebelum konsumen memutuskan membeli perangkat. Business Owner Rumah Gadget, Komang Apriana, menilai perubahan perilaku konsumen terlihat semakin jelas dalam beberapa waktu terakhir.
"Pergeseran pola konsumsi sangat terlihat saat ini. Pelanggan kini tidak sekadar datang untuk membeli smartphone, tetapi mereka mencari ekosistem layanan yang utuh, terutama program trade-in dan service yang terpercaya untuk menjamin keawetan perangkat mereka," ujar Komang Apriana dalam keterangan yang diterima, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Komang, smartphone kini memiliki peran penting dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga menjalankan usaha. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan perangkat yang andal dengan harga terjangkau semakin tinggi.
"Gadget kini menjadi urat nadi produktivitas, baik untuk bekerja, belajar, maupun berbisnis. Oleh karena itu, kami memastikan ketersediaan perangkat second yang telah melewati proses pengecekan ketat agar masyarakat tetap bisa mendapatkan produk dengan performa terbaik, tanpa harus mengeluarkan anggaran yang memberatkan."
Menjawab kebutuhan tersebut, Rumah Gadget Bali menghadirkan layanan yang mencakup penjualan smartphone baru dan bekas dari berbagai merek, program trade-in, fasilitas kredit, serta layanan service. Selain menyediakan perangkat, toko ini juga memberikan edukasi kepada konsumen agar dapat memilih produk dan layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan.









