TVRINews – Jakarta
Pemerintah dorong transformasi pendidikan untuk perkuat posisi Indonesia sebagai inovator di pasar internasional, bukan sekadar pasar konsumen.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kini memacu akselerasi kualitas sumber daya manusia untuk menjawab tantangan ekonomi global. strategis ini dirancang sebagai fondasi agar talenta lokal mampu bertransformasi menjadi penggerak utama di panggung dunia, sejalan dengan visi Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045.
Dalam sebuah pernyataan resmi nya yang dikutip Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Jumat 21 Agustus 2026, pemerintah menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak lagi bertumpu pada ekstraksi sumber daya alam semata.
Fokus kebijakan kini bergeser pada penguatan ekosistem sains, teknologi, dan inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, menyoroti peran krusial institusi pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa universitas harus berfungsi lebih dari sekadar pusat akademik.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini (Foto: Bakom RI)
“Pendidikan tinggi kini menjadi ruang krusial untuk mengasah bakat, memproduksi riset, dan menghasilkan teknologi terapan. Tujuannya jelas: hilirisasi hasil penelitian agar memberikan dampak nyata dan solusi ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ardi.
Lebih lanjut, Ardi menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif pada dasarnya adalah upaya membangun kapasitas intelektual manusia. Melalui inisiatif seperti program SMA Unggul Garuda, pemerintah berusaha menjaring bibit talenta muda sejak dini untuk dipersiapkan menghadapi ketatnya persaingan pendidikan tinggi dan pasar kerja global.
Pendekatan ini mengusung semangat yang disebut sebagai "Diktisaintek Berdampak", sebuah kerangka kerja yang mengintegrasikan riset dan kompetensi guna menjawab kebutuhan pasar domestik sekaligus menembus rantai pasok internasional.
Dalam perspektif ekonomi global, pemerintah menegaskan perlunya perubahan paradigma bagi Indonesia. Ardi menyatakan dengan tegas bahwa posisi Indonesia harus ditingkatkan dari sekadar target pasar produk asing menjadi bangsa yang memimpin dalam inovasi.
“Kita tidak ingin hanya menjadi konsumen. Indonesia harus bertransformasi menjadi bangsa yang produktif dalam menciptakan karya dan berinovasi, sehingga mampu menempatkan diri sebagai pemain utama di pasar dunia,” pungkasnya.










