TVRINews, Jakarta
Semangat dan keteguhan hati ditunjukkan Deki Degei, siswa kelas 11 Mepa Boarding School, Papua Tengah, saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Meski merupakan penyandang disabilitas dan hanya memiliki satu kaki, Deki tetap berdiri tegap sebagai komandan upacara di hadapan ratusan siswa dan guru.
Momen tersebut menjadi perhatian publik setelah diunggah melalui akun Instagram Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Dalam video yang beredar, Deki terlihat memimpin jalannya upacara dengan penuh percaya diri tanpa menggunakan tongkat penyangga.
Dengan mengenakan seragam sekolah lengkap, Deki memberikan instruksi kepada peserta upacara secara tegas dan lancar. Keterbatasan fisik yang dimilikinya tidak mengurangi semangat maupun wibawanya saat menjalankan tugas sebagai pemimpin upacara.

“Saya tetap semangat sekolah dan ingin terus belajar seperti teman-teman yang lain,” ujar Deki dalam keterangan yang diterima tvrinews, Jumat, 8 Mei 2026.
Deki diketahui mengalami disabilitas akibat kecelakaan yang terjadi saat dirinya berusia enam tahun. Ketika itu, kakinya mengalami luka parah setelah terlindas truk.
Meski menghadapi keterbatasan fisik, Deki dikenal sebagai sosok yang mandiri dan disiplin di lingkungan sekolah. Ia tinggal di asrama Mepa Boarding School dan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain.
“Deki dikenal sebagai siswa yang disiplin dan sangat mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar salah seorang guru di sekolah tersebut.
Setiap hari, Deki tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar dan aktivitas sekolah seperti siswa lainnya. Semangat juangnya membuat dirinya menjadi inspirasi bagi teman-teman maupun para guru.
Melalui perannya sebagai pemimpin upacara Hardiknas, Deki menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi dan memimpin.
Ia membuktikan bahwa semangat, keberanian, dan rasa percaya diri menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan hidup.
Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Deki juga mendapat bantuan kaki palsu dari Dinas Pendidikan setempat untuk membantu aktivitas dan mobilitasnya sehari-hari.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan terus melangkah maju,”lanjutnya.
Kisah Deki menjadi inspirasi tentang pentingnya semangat pantang menyerah dan rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Meski hidup dengan keterbatasan, ia terus membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.










