TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam memperkuat organisasi Kementerian PKP. Hal itu disampaikannya saat melantik dua pejabat strategis di lingkungan Kementerian PKP, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 21 Wisma Mandiri Thamrin, Jakarta. Dua pejabat yang dilantik yakni Dr. H. Roberia, sebagai Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko serta Tati Meilani Kacaribu sebagai Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM).
Maruarar mengatakan, setiap pejabat yang mendapat amanah harus memiliki semangat pengabdian dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas negara. Kepentingan bangsa dan masyarakat, kata dia, harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Ia juga mendorong transformasi organisasi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, seluruh jajaran Kementerian PKP harus mampu membangun tata kelola pemerintahan yang baik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai antikorupsi dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.
"Saya selalu berdoa dalam mengambil keputusan yang menyangkut masa depan negara, karier, dan staf yang menaungi Kementerian PKP dengan hati, profesional, dan tentunya dengan harapan yang besar. Saya doakan kalian adil dan berintegritas dalam membangun superteam ke depan," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 6 Agustus 2026.
Kemudian Maruarar menilai, meningkatnya kepercayaan pemerintah terhadap Kementerian PKP yang tercermin dari bertambahnya dukungan anggaran untuk sektor perumahan harus menjadi energi positif bagi seluruh jajaran.
Dukungan tersebut, lanjutnya, harus direspons dengan kerja yang semakin optimal agar program-program pemerintah di bidang perumahan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Untuk mempercepat pencapaian target pembangunan perumahan nasional, Maruarar juga mendorong jajarannya menghadirkan berbagai terobosan dan inovasi. Namun, inovasi tersebut tetap harus dilaksanakan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Selain itu, Maruarar mengajak seluruh pegawai Kementerian PKP menanamkan budaya malu terhadap setiap tindakan yang menyimpang dari nilai integritas, profesionalisme, dan etika sebagai aparatur negara.
Budaya tersebut dinilai penting untuk membangun organisasi yang bersih, transparan, akuntabel, dan dipercaya masyarakat.
Melalui penguatan kepemimpinan dan organisasi tersebut, Kementerian PKP optimistis pelaksanaan berbagai program strategis nasional di bidang perumahan dan kawasan permukiman dapat semakin dipercepat.
Penguatan tata kelola yang profesional dan berintegritas diharapkan pada akhirnya mampu mendukung terwujudnya hunian layak bagi masyarakat Indonesia.









