TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menggencarkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA). Gerakan tersebut ditujukan untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan perlindungan maksimal dari berbagai bentuk kekerasan.
Pratikno mengatakan, pemerintah terus menggaungkan Gernas RANA kepada publik sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Menurutnya, ruang perlindungan tersebut harus tersedia di berbagai lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang.
"Kami kesekian kalinya menegaskan gerakan nasional membangun, menjamin ruang aman dan nyaman untuk anak. Aman dan nyaman di keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital," kata Pratikno dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pratikno menjelaskan, penguatan perlindungan anak sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai program fundamental di bidang kesehatan dan pendidikan. Ia menilai keberhasilan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sangat bergantung pada terjaminnya ruang tumbuh kembang anak.
"Jangan boleh ada kekerasan terhadap anak, karena kekerasan itu punya dampak yang luar biasa, bukan hanya secara fisik, psikis, dan kognitif, tetapi kekerasan juga akan melahirkan trauma, dan melahirkan kekerasan baru nanti ke depannya," ucapnya.
Menurut Pratikno, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada ruang fisik. Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI), keamanan anak di ruang digital juga menjadi perhatian serius.
"Sejalan dengan digitalisasi, apalagi perkembangan AI, ruang aman digital ini juga menjadi perhatian serius kita, karena dampaknya bukan hanya terhadap fisik, tetapi juga terhadap kognitif, terhadap kesehatan mental anak," tuturnya.
Untuk memastikan Gernas RANA memberikan dampak nyata, pemerintah pusat terus memperkuat sinergi dengan berbagai instrumen pemerintah di daerah. Kolaborasi dilakukan melalui tenaga pendidik di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kader Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, serta pemerintah daerah melalui Kementerian Dalam Negeri.
"Instrumen yang ada di lapangan adalah aparat pemerintah yang ada di daerah, misalnya Kemendikdasmen punya perangkat hingga di daerah, Kemendukbangga/BKKBN punya kader di daerah, dan tentu saja kita bekerja sama dengan Kemendagri," jelasnya.
Kemudian, Pratikno juga mengapresiasi peran insan media dalam mengawal kampanye Gernas RANA. Menurutnya, media menjadi mitra strategis pemerintah untuk memperluas edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak.
Pemerintah berharap penguatan kolaborasi tersebut dapat memperluas jangkauan Gernas RANA sekaligus mendorong terciptanya ekosistem perlindungan anak yang lebih kuat, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, ruang publik maupun ruang digital.









