TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat capaian signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur sepanjang 2025. Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah berhasil menuntaskan pembangunan dan renovasi 576 sekolah, serta mendistribusikan 9.019 perangkat Interactive Flat Panel (IFP).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa total anggaran revitalisasi di NTT mencapai lebih dari Rp589 miliar. Program tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga PKBM.
“Selain memperbaiki infrastruktur sekolah, kami juga menghadirkan 9.019 IFP untuk mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi di NTT,” kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
Perangkat IFP tersebut telah didistribusikan ke ribuan satuan pendidikan, meliputi 907 PAUD, 5.244 SD, 1.870 SMP, 609 SMA, 306 SMK, serta sejumlah SLB, SKB, dan PKBM di seluruh wilayah NTT.
Menurut Abdul Mu’ti, program ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia telah direvitalisasi pada 2028.
Ia optimistis peningkatan sarana dan prasarana, didukung penguatan kualitas pembelajaran dan pendidikan karakter, dapat mendorong kebangkitan pendidikan nasional yang dimulai dari kawasan timur Indonesia.
“NTT diharapkan menjadi salah satu motor penggerak kebangkitan pendidikan nasional,” jelasnya.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik capaian tersebut. Ia menilai program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran menjadi dorongan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerahnya.
Menurutnya, pemerintah provinsi bahkan telah mengusulkan peningkatan program hingga tiga kali lipat pada 2026, sebagai bentuk komitmen memperluas akses dan kualitas pendidikan.
Gubernur Melki juga menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga karakter dan kewirausahaan. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang mendorong pemanfaatan seni dan budaya dalam proses pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 98 satuan pendidikan dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan menerima prasasti revitalisasi yang telah ditandatangani Mendikdasmen. Acara juga diikuti secara daring oleh seluruh penerima program di NTT melalui platform digital.
Pemerintah berharap program ini dapat memperkuat fondasi pendidikan di NTT, sekaligus mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan kreatif dalam membangun daerah.










