TVRINews, Jakarta
Gus Ipul paparkan detail pengadaan empat jenis sepatu siswa Sekolah Rakyat dan pastikan prosesnya transparan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, angkat bicara terkait isu dugaan penggelembungan harga (mark up) sepatu siswa Sekolah Rakyat yang viral di media sosial.
Ia menegaskan, informasi yang beredar adalah hoaks yang sengaja disebarkan untuk membangun narasi negatif terhadap Kementerian Sosial (Kemensos).
“Itu fitnah, hoaks,” tegas Gus Ipul di Jakarta, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.
Klarifikasi Foto Viral
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menunjukkan potongan narasi dan foto yang menjadi sumber kegaduhan. Foto tersebut memperlihatkan dirinya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan sepatu kepada siswa.
Gus Ipul menjelaskan bahwa foto itu diambil dalam acara Dialog Pilar-Pilar Sosial di Malang Raya pada 2 Mei 2025. Ia meluruskan bahwa sepatu dalam foto tersebut bukan berasal dari anggaran Kemensos, melainkan bantuan pribadi atau hadiah dari Gubernur Khofifah melalui APBD Pemprov Jatim.
“Sepatu yang dari Bu Khofifah itu pemberian, bantuan untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Jadi, membandingkan satu jenis sepatu tertentu dengan keseluruhan pengadaan adalah tidak tepat karena spesifikasi dan fungsinya berbeda,” jelasnya.
Penjelasan Soal Anggaran Rp700 Ribu
Menanggapi narasi harga Rp700 ribu per pasang sepatu yang diperdebatkan netizen, Gus Ipul memaparkan secara transparan proses pengadaannya.
Ia menggarisbawahi bahwa angka Rp700 ribu merupakan pagu anggaran atau batas maksimal, bukan harga pembelian riil.
“Prosesnya dilakukan dengan pagu yang ditetapkan melalui survei pasar. Pengadaannya kompetitif, dan pemenangnya adalah yang menawarkan harga paling murah namun tetap memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan,” ungkap Gus Ipul.
Ia merinci bahwa pada tahun 2025, setiap siswa Sekolah Rakyat menerima empat jenis sepatu untuk berbagai kebutuhan, yaitu:
1. Sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) untuk aktivitas luar ruang (pagu Rp700 ribu, realisasi di bawahnya).
2. Sepatu PDH (Pakaian Dinas Harian) untuk belajar di kelas.
3. Sepatu Olahraga.
4. Sepatu Harian/Santai untuk lingkungan asrama.
Seluruh paket tersebut juga sudah termasuk kaus kaki. Untuk jenis sepatu selain PDL, harga pengadaannya berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
Komitmen Transparansi dan Hukum
Gus Ipul menegaskan bahwa dirinya dan Wamen Agus Jabo berkomitmen penuh menjaga integritas di lingkungan Kemensos. Ia menjamin tidak ada intervensi maupun "titipan" dalam proses pengadaan barang dan jasa.
“Saya dan Pak Wamen komitmen dari awal untuk tidak akan mengintervensi atau mengarahkan proses pengadaan. Semuanya terbuka untuk diaudit,” katanya.
Ia juga menantang pihak-pihak yang memiliki bukti penyimpangan untuk melapor. “Jika memang ada bukti kuat adanya penyimpangan, akan diproses secara hukum. Kami akan menjadi pihak pertama yang melaporkan ke aparat penegak hukum jika ditemukan bukti penyelewengan di internal kami,” pungkas Gus Ipul.
Meski diterpa isu miring, Gus Ipul tetap mengapresiasi masyarakat yang aktif melakukan pengawasan terhadap program-program pemerintah agar tetap berjalan di koridor yang benar.










