TVRINews, Jakarta
Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai momentum memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi kreatif global.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan WCCE 2026 merupakan konferensi ekonomi kreatif internasional terbesar di dunia yang telah memasuki penyelenggaraan kelima. Setelah digelar di Bali, Dubai, dan Uzbekistan, ajang ini akan kembali berlangsung di Jakarta pada 2026.
"Ini momentum penting untuk memperkuat peran Indonesia di peta global ekonomi kreatif. Kita ingin menjaga keberlanjutan dan memastikan Indonesia menjadi pemain utama di sektor ini," ujar Riefky kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers usai peluncuran WCCE 2026 di Nine Space, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menyebutkan, WCCE 2026 ditargetkan diikuti sekitar 80 negara, melanjutkan tingginya partisipasi internasional pada penyelenggaraan sebelumnya. Menurutnya, dukungan global tersebut menunjukkan besarnya perhatian dunia terhadap perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.
Selain menjadi ajang pertemuan global, WCCE juga diarahkan menghasilkan dampak strategis. Pemerintah bersama Kementerian Luar Negeri akan menyusun dokumen bertajuk "Jakarta Vision for Creative Economy" yang ditargetkan dibawa ke Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2027.
"Dokumen ini diharapkan mendapat dukungan negara-negara sahabat dan menjadi agenda penting ekonomi kreatif dunia," ucapnya.
WCCE 2026 akan digelar pada 21–23 Oktober dan menjadi bagian dari rangkaian Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang diperingati setiap 24 Oktober. Rangkaian kegiatan juga mencakup program "Oktober Kreatif" yang melibatkan pemerintah daerah dan pelaku industri di berbagai wilayah.
Dalam pelaksanaannya, WCCE akan menghadirkan Creative Village sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Agenda ini didukung oleh dua kegiatan utama, yakni Screenverse yang menampilkan ekosistem film, gim, dan konten digital, serta Kult Kreo yang berfokus pada penguatan kekayaan intelektual di sektor kreatif.










