
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, IKN
Momentum libur Idulfitri 1447 H memberikan dampak positif yang signifikan bagi para pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tingginya kunjungan masyarakat yang ingin melihat langsung progres pembangunan pusat pemerintahan baru tersebut turut mendorong geliat ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyatakan bahwa arus kunjungan ini menjadi motor penggerak pendapatan masyarakat setempat. Hal tersebut disampaikan saat meninjau kondisi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Sabtu 28 Maret 2026.
“Arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Kami melihat bagaimana kunjungan masyarakat ke IKN telah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” ujar Troy Pantouw.
Sejumlah pedagang di berbagai titik KIPP mengaku mengalami lonjakan omzet yang berkali-kali lipat selama periode lebaran. Kevin, pengelola Rumah Makan Global di area glamping, menyebutkan antusiasme pengunjung membuatnya harus meningkatkan kualitas dan jumlah stok dagangan.
“Awalnya kami memulai dengan omzet sekitar Rp1 juta per hari. Namun, melihat tingginya antusiasme pengunjung, kami meningkatkan kualitas dan jumlah produk, sehingga omzet kini bisa melampaui Rp1 juta per hari,” jelas Kevin.
Lonjakan drastis juga dirasakan Nita dari Café Sepaku Empat. Ia mengungkapkan bahwa pada hari pertama hingga ketiga lebaran, pendapatan usahanya meningkat tajam dibandingkan hari biasa.
“Awalnya omzet sekitar Rp1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” ungkap Nita.
Produk mochi menjadi salah satu primadona yang paling dicari pengunjung di kafe tersebut. Selain kuliner ringan, menu makanan berat seperti bakwan Malang dari D’sweet Nusantara juga menjadi daya tarik utama. Pemiliknya, Sri Mus Mulyawati, menyebut omzetnya mampu menembus angka Rp20 juta per hari karena banyak pengunjung yang datang kembali.
“Rasanya (bakwan) itu bikin kangen pengunjung. Itu testimoni pengunjung sendiri. Katanya kalau ke IKN itu ingetnya bakwan malang d’sweet. Selama Lebaran, omzet bisa mencapai Rp10 sampai Rp20 juta per hari. Banyak pengunjung datang kembali karena mengingat menu kami,” kata Sri.
Kondisi serupa dialami Wahyu, penjual Dawet Ayu Bang Brewok di area Plaza Seremoni yang mencatat omzet Rp10 juta hingga Rp12 juta per hari. Sementara dari sektor suvenir, Dina menyebutkan penjualan baju Nusantara meningkat dua kali lipat dibanding hari biasanya.
Pihak Otorita IKN mengapresiasi keterlibatan warga sekitar dan pelaku usaha yang telah mengisi outlet-outlet di kawasan KIPP. Troy Pantouw menegaskan bahwa fenomena ini merupakan bentuk optimisme bagi ekosistem investasi di IKN ke depan.
"Otorita IKN memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang sudah membuka outlet di berbagai titik di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) di IKN serta kepada pelaku UMKM yaitu pedagang makanan dan minuman, merchandise yang berasal dari warga sekitar." "Ini bukan sekedar berkah musim liburan namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara," tegas Troy.
Editor: Redaksi TVRINews
