TVRINews, Bogor
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana dalam periode pemantauan 1 Mei 2026 pukul 7.00 WIB hingga 2 Mei 2026 pukul 7.00 WIB.
Dalam kurun waktu tersebut, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan angin kencang masih mendominasi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banjir melanda Desa Rawa Panjang dan Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojong Gede, pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 17.30 waktu setempat.
Banjir terjadi setelah hujan deras berdurasi panjang dan diperparah oleh penyempitan aliran Kali Baru, dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter.
Sebanyak 60 unit rumah terdampak, terdiri atas 10 unit di Desa Bojong Baru dan 50 unit di Desa Rawa Panjang. Pascakejadian, BPBD bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi. Hingga Sabtu, 2 Mei 2026 kondisi banjir dilaporkan berangsur surut.
Selain banjir, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang juga menimbulkan korban jiwa di Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Gunung Putri.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia, masing-masing akibat tertimpa pohon palem dan pagar tembok saat berteduh. Seluruh korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dampak lainnya, angin kencang menyebabkan dua unit rumah rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, satu kendaraan roda dua terdampak, serta sejumlah pohon tumbang.
Petugas BPBD Kabupaten Bogor bersama tim gabungan telah melakukan pembersihan material pohon tumbang untuk membuka kembali akses jalan. Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan masih dalam proses pendataan untuk perbaikan lebih lanjut.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca ekstrem pada periode 2 hingga 4 Mei 2026.
Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sedangkan wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Warga di daerah rawan banjir diminta rutin memantau kondisi cuaca, menjaga saluran drainase, serta segera melakukan evakuasi ke tempat aman apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang menurun.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari pohon dan bangunan yang berpotensi roboh saat terjadi angin kencang.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan diharapkan meningkatkan patroli di wilayah rawan kebakaran serta mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.










