TVRINews, Jakarta
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan arah penguatan pendidikan keagamaan melalui pengembangan kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi. Hal ini disampaikannya dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai bagian dari refleksi terhadap peran pendidikan nasional.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Kementerian Kementerian Agama menempatkan pendidikan keagamaan sebagai fondasi pembentukan arah hidup generasi masa depan.
Menag menjelaskan, kurikulum berbasis cinta diarahkan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih humanis dan penuh empati. Dengan pendekatan ini, peserta didik diharapkan mampu menyelesaikan persoalan secara bijak.
“Jika cinta sudah berbicara, maka berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan lebih mudah,”kata Menag Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 Mei 2026.
Selain itu, Kemenag juga mengintegrasikan konsep ekoteologi dalam sistem pendidikan. Pendekatan ini menekankan pentingnya harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam sebagai satu kesatuan yang saling mendukung.
“Manusia tidak dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa lingkungan yang mendukung,”ucapnya.
Ia menambahkan, manusia sebagai khalifah di bumi harus mampu membangun relasi yang baik, tidak hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Konsep ini dikenal sebagai ukhuwah makhlukiyah, yang melengkapi nilai persaudaraan kebangsaan dan kemanusiaan.
Lebih lanjut, Menag mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap pendidikan keagamaan, khususnya madrasah, masih tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya lembaga pendidikan yang memiliki daftar tunggu panjang.
“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang menekankan pembentukan akhlak, bukan sekadar transfer ilmu,”pungkasnya.
Di akhir sambutannya, Menag menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan proses pendidikan sebagai bagian dari pelayanan publik. Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan, berbagai tantangan di bidang pendidikan dapat dihadapi secara kolektif.
Usai upacara, Menag juga memberikan apresiasi kepada siswa madrasah berprestasi, di antaranya Rifqi Nadhim Uqail dari MTsN 9 Kediri atas karya seni lukisnya, serta Valzan Baruna Arkananta dari MAN IC Pekalongan yang meraih Letter of Acceptance dari 24 perguruan tinggi luar negeri bereputasi.










