TVRINews, Purbalingga
Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai dirasakan manfaatnya oleh para siswa dan tenaga pendidik di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Perbaikan ruang kelas hingga penambahan fasilitas sanitasi dinilai menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Salah satu siswa SMP Negeri 2 Kutasari, Nada Zahra, mengaku senang dengan kondisi sekolahnya setelah direvitalisasi. Menurutnya, ruang kelas yang sebelumnya kerap bocor saat hujan kini telah berubah menjadi bangunan yang lebih layak. Penambahan toilet juga membuat para siswa tidak lagi harus mengantre dalam waktu lama.
"Senang sekali sekolah kami sekarang punya gedung baru. Kelasnya jadi bagus dan tidak bocor lagi kalau hujan. Toiletnya juga ditambah, jadi kami tidak perlu mengantre lama," ujar Nada dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Juni 2026.
Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rahman, mengatakan revitalisasi dilakukan pada bangunan sekolah yang telah berdiri puluhan tahun dan belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh. Sebagian bangunan bahkan sempat mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.
Ia menilai kondisi sekolah yang kini lebih kokoh, bersih, dan aman memberikan dampak positif terhadap semangat belajar para siswa.
"Ruang kelas yang dulunya bocor kini sudah kokoh, bersih, dan aman. Ini sangat berdampak pada peningkatan semangat belajar anak-anak,"ungkap Arif.
Revitalisasi tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kemendikdasmen untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung proses pembelajaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meresmikan revitalisasi 32 satuan pendidikan yang dibiayai melalui Tahun Anggaran 2025. Pada kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan secara simbolis mock up kepada penerima bantuan revitalisasi Tahun Anggaran 2026.
Mendikdasmen menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.

"Revitalisasi satuan pendidikan ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang bermutu. Sekolah harus menjadi tempat yang paling dirindukan dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu,"kata Mu’ti.
Pada Tahun Anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp28,95 miliar untuk merevitalisasi 32 satuan pendidikan di Kabupaten Purbalingga. Rinciannya meliputi empat taman kanak-kanak (TK), 14 sekolah dasar (SD), tujuh sekolah menengah pertama (SMP), enam SMA/SMK, dan satu sekolah luar biasa (SLB).
Program tersebut berlanjut pada Tahun Anggaran 2026 dengan penetapan 12 satuan pendidikan sebagai penerima bantuan revitalisasi. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp9,81 miliar untuk tiga PAUD, tujuh SD, dan dua SMP.
Melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan secara berkelanjutan, Kemendikdasmen berharap sekolah dapat menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan menyenangkan. Dengan fasilitas yang semakin memadai, diharapkan semangat belajar peserta didik terus meningkat dan mendorong lahirnya lebih banyak prestasi dari anak-anak Indonesia.










