TVRINews–NTT
Pemulihan infrastruktur dasar di Nusa Tenggara Timur menunjukkan progres signifikan, dengan jaringan kelistrikan dan telekomunikasi di sebagian besar wilayah terdampak kini kembali beroperasi normal.
Upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur mencatatkan hasil positif. Infrastruktur vital, terutama jaringan kelistrikan dan telekomunikasi, dilaporkan telah kembali berfungsi secara optimal bagi masyarakat.
Berdasarkan data penanganan darurat hingga awal pekan ini, pemulihan pasokan energi listrik menunjukkan angka yang mendekati sempurna. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi yang dikerjakan secara kolaboratif di lapangan telah membuahkan hasil nyata.
"Trafo Gardu Induk sudah pulih sepenuhnya, sementara tiang penyangga jaringan yang sempat mengalami kerusakan kini telah berfungsi hingga 98,3 persen," ujar Berton melalui keterangan resmi selasa 18 Agustus 2026.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pemulihan pada sektor gardu distribusi juga mencakup persentase yang sangat tinggi. Dari total ribuan unit gardu yang terdampak guncangan gempa magnitudo 7,7 tersebut, sebagian besar telah kembali dialiri arus listrik dan melayani ratusan ribu pelanggan di berbagai kabupaten.
Cakupan perbaikan ini meliputi wilayah kerja Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Timur yang mencakup Kabupaten Sikka dan sekitarnya, serta Flores Bagian Barat yang meliputi Manggarai Raya, Ngada, Nagekeo, dan Ende.
Selain sektor kelistrikan, pemulihan infrastruktur komunikasi bergerak cepat. Jaringan seluler utama di sebagian besar wilayah kabupaten dilaporkan telah pulih di atas 90 persen, sementara titik-titik yang masih menghadapi kendala teknis terus mendapatkan penanganan intensif dari tim teknis terkait.
Pemerintah dan satuan tugas di lapangan menilai bahwa pemulihan fasilitas dasar ini menjadi fondasi krusial dalam mengembalikan roda perekonomian serta aktivitas harian warga. Melalui percepatan rehabilitasi ini, stabilitas sosial di wilayah terdampak diharapkan dapat segera pulih sepenuhnya.










