TVRINews, Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi kondisi cuaca kering yang berdampak terhadap kualitas udara di Ibu Kota. Salah satu upaya yang disiapkan yakni Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kepala BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, pihaknya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan kondisi cuaca, terutama keberadaan awan yang berpotensi untuk dilakukan modifikasi.
Menurut Marulitua, pelaksanaan OMC tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu karena sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan teknis.
“Oleh karena itu, ketika terdapat potensi awan yang memungkinkan, BPBD DKI Jakarta siap berkoordinasi dengan BMKG dan pihak terkait untuk segera melakukan langkah modifikasi cuaca sesuai dengan kondisi dan ketentuan yang berlaku,”kata Marulitua dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 18 Agustus 2026.
Selain menyiapkan OMC, BPBD DKI Jakarta juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kering yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September.
Antisipasi dilakukan terhadap berbagai risiko yang berpotensi terjadi akibat periode tanpa hujan berkepanjangan. Risiko tersebut antara lain kebakaran, kekeringan, serta dampak lain yang ditimbulkan kondisi musim kering.
Marulitua menegaskan, BPBD DKI Jakarta akan terus mengikuti arahan Gubernur DKI Jakarta dalam menghadapi kondisi tersebut, termasuk dalam upaya menjaga kualitas udara di Jakarta.
“BPBD DKI Jakarta siap menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta, baik dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi musim kering maupun menjaga kualitas udara di Jakarta,”pungkasnya.










