TVRINews, Jakarta
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 17 Agustus 2026, untuk meninjau langsung penanganan dampak gempa bumi sekaligus membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Kunjungan dilakukan setelah Sjafrie mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.
Dari Jakarta, Menhan menggunakan pesawat A400M TNI AU menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo. Pesawat tersebut membawa sekitar 20 ton bantuan kemanusiaan.
Bantuan terdiri atas 25 set tenda, 484 velbed, 15 set Starlink, 700 paket makanan siap saji, 500 dus susu cair, 10 set solar cell, 35 kelambu lapangan, 101 matras, 1.480 selimut, dua unit alat reverse osmosis (RO), serta 18 koli obat-obatan.
Selain itu, turut dibawa bantuan tambahan berupa mi instan, bubur bayi, popok bayi, dan pembalut. Total muatan bersama palet mencapai sekitar 20,9 ton.
Sejumlah bantuan Kemhan juga telah diberangkatkan sebelumnya menuju Maumere dan Labuan Bajo, berupa makanan siap saji, tenda peleton, selimut, penjernih air, alat komunikasi HT, dan senter.
Setibanya di NTT, Menhan melanjutkan peninjauan ke wilayah Nagekeo yang berada dekat dengan episentrum gempa. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat, mengetahui kebutuhan mendesak, sekaligus memastikan bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
Dalam kunjungannya, Menhan juga meninjau Yonif TP 834/Wakanga Mere di Kabupaten Nagekeo, jajaran Brigif 21/Komodo, Kodam IX/Udayana.
Menhan menerima paparan Danyonif TP 834/Wakanga Mere Letkol Inf Bony Prima mengenai kondisi wilayah serta dukungan satuan dalam penanganan dampak bencana.
“Kecepatan, koordinasi, dan keberlanjutan dukungan bagi masyarakat menjadi hal yang penting dalam penanganan bencana,” ujar Sjafrie dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurutnya, pengerahan berbagai kekuatan TNI dilakukan untuk membantu pemerintah menjangkau wilayah terdampak yang sulit diakses serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
TNI telah mengerahkan personel dan berbagai kemampuan pendukung di sejumlah wilayah terdampak di Flores. Dukungan meliputi pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian tenda dan dapur lapangan, pembukaan akses, hingga distribusi logistik melalui jalur darat, laut, dan udara.
Pengerahan pesawat angkut, helikopter, unsur laut, fasilitas kesehatan lapangan, serta dukungan komunikasi dan logistik diarahkan untuk mempercepat penanganan dan memperluas jangkauan bantuan.
Kehadiran Menhan di NTT sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak gempa. Momentum HUT ke-81 RI dimaknai dengan kehadiran negara melalui kerja nyata dan gotong royong dalam membantu masyarakat menghadapi bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kabaloghan Kemhan, Kabacadnas Kemhan, serta Pangdam IX/Udayana.










