TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan sebut paduan suara dan orkestra jadi medium efektif promosikan kekayaan budaya nasional ke panggung kenegaraan.
Kementerian Kebudayaan mempersembahkan penampilan memukau dari para talenta muda terbaik yang tergabung dalam Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Paduan suara dan orkestra ini tampil cemerlang dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.
Upacara yang mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, selaku Inspektur Upacara, serta dihadiri oleh segenap jajaran Menteri Kabinet Merah Putih. Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi oleh Katharine Grace, turut hadir untuk menyaksikan jalannya upacara secara khidmat.
Simbol Persatuan dan Keberagaman Generasi Muda

Kehadiran GBN 2026 menjadi representasi nyata dari semangat persatuan dan kebangsaan di kalangan generasi muda Indonesia. Sebanyak 182 talenta muda terpilih yang berasal dari 38 provinsi di seluruh Indonesia sukses memukau hadirin. Para peserta ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat melalui audisi nasional yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan pemerintah daerah, yang sebelumnya diikuti oleh 1.034 pendaftar paduan suara dan 301 pendaftar orkestra.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, mengungkapkan bahwa GBN menjadi medium yang sangat efektif untuk merefleksikan keberagaman (*diversity*) bangsa Indonesia di panggung kenegaraan.
“Terdiri dari 182 peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia, kehadiran mereka menunjukkan keberagaman bangsa kita yang luar biasa mulai dari pakaian adat yang dikenakan, asal budaya, hingga bahasa daerah masing-masing. Lagu yang disampaikan selama upacara adalah lagu-lagu perjuangan dan nasionalisme yang punya nilai tersendiri. Dengan dibawakannya lagu-lagu tersebut di Istana, tentu saja turut mempromosikan kekayaan lagu daerah ke tingkat nasional,” jelas Ahmad Mahendra dalam keterangannya, Senin, 17 Agustus 2026.
Dalam kesempatan terpisah melalui tayangan video ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Menteri Kebudayaan Fadli Zon berpesan agar generasi muda senantiasa mengisi kemerdekaan melalui karya, prestasi, kontribusi, pelestarian budaya, serta keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Mari kita rawat keberagaman sebagai anugerah, kebudayaan sebagai akar identitas, persatuan sebagai kekuatan, gotong royong sebagai jalan, dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan,” tegas Menbud Fadli Zon.
Persembahan Lagu Istimewa di Istana Merdeka
Dipandu oleh konduktor Vincent Wiguna, GBN 2026 mempersembahkan deretan lagu istimewa selama rangkaian pra-upacara hingga detik-detik proklamasi. Penampilan dibuka dengan enam nomor lagu penuh makna, yaitu:
1. “Perdamaian” (Ciptaan: Abu Ali Haidar | Aransemen: Alvin Witarsa)
2. “Dwi Warna” (Ciptaan: Husein Mutahar | Aransemen: Singgih Sanjaya)
3. “Laksamana Raja Dilaut” (Ciptaan: Ngah & Iyet | Dinyanyikan oleh Dwi Rahma Aulia dari Sumatera Barat)
4. “Candra Buana” (Ciptaan: Ismail Marzuki | Aransemen: Purwa Tjaraka)
5. “Aku Indonesia” (Ciptaan: Simhala & Tantranumata | Aransemen: Alvin Witarsa)
6. Medley Lagu Daerah (Diaransemen oleh Alvin Witarsa), yang merangkum lima lagu Nusantara: Sayang Selayak (Sumatera Selatan), *abilulungan (Jawa Barat), Palu Nataku (Sulawesi Tengah), Bebilin (Kalimantan Utara), dan Mana Lolo Banda (Nusa Tenggara Timur).
Acara ditutup pada sesi pra-upacara dengan lagu “Indonesia Jaya” (Karya: Chaken) yang dinyanyikan oleh Krisdayanti dan Melly Goeslaw. Sementara itu, dalam rangkaian inti upacara, GBN turut menggetarkan lapangan Istana Merdeka lewat alunan lagu-lagu perjuangan legendaris, seperti “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar, suasana syahdu “Bunga Seroja”, hingga gelora penutup melalui lagu “Garuda Pancasila.”
Konduktor Vincent Wiguna menyatakan bahwa variasi lagu nasional, daerah, hingga pop yang dibawakan mencerminkan kekayaan kultur nusantara yang melebur secara harmonis dalam orkestra.
“Itu menunjukkan, mencerminkan kekayaan Indonesia, semuanya bisa harmonis di dalam orkestra dan paduan suara. Kami harap semangat dari anak-anak juga boleh terpancar bagi seluruh anak-anak muda di seluruh Indonesia,” ungkap Vincent.
Melalui penampilan gemilang ini, Gita Bahana Nusantara 2026 kembali membuktikan bahwa harmoni suara dan musik dari berbagai latar belakang budaya adalah cerminan terkuat dari semboyan bangsa, memperkokoh persatuan Indonesia dalam bingkai kebhinekaan.










