TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menegaskan pentingnya penguatan storytelling berbasis budaya sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing produk ekonomi kreatif Indonesia di pasar global.
Dalam pertemuan dengan Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia, Irene menyambut baik rencana kolaborasi kedua pihak untuk memperkuat ekosistem pemasaran dan komunikasi publik berbasis ekonomi kreatif nasional.
Menurut Irene, Indonesia memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan kreativitas yang menjadi modal besar dalam membangun cerita yang autentik dan bernilai sehingga mampu meningkatkan daya tarik sekaligus nilai tambah berbagai produk ekonomi kreatif.
"Tantangan saat ini adalah bagaimana cerita-cerita yang penuh makna tetap relevan bagi generasi muda dan audiens global. Di sinilah kreativitas berperan untuk menjembatani warisan budaya dengan kebutuhan masa kini sehingga mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya itu sendiri," ujar Irene dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Kemudian, Irene juga menilai kreativitas dapat menjadi fondasi dalam membangun city branding yang kuat. Menurutnya, identitas daerah yang khas tidak hanya mampu menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.
"Kreativitas harus menjadi penghubung antara budaya, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi kreatif," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, MMA Indonesia turut mengundang Irene untuk menjadi Honorable Thought Leader pada ajang MMA Impact 2026 yang akan digelar November mendatang. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan dan praktik terbaik dalam pengembangan ekosistem pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika pasar.
Sementara itu, Country Head and Board of Director MMA Indonesia, Shanti Tolani, menyatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dengan para pemangku kepentingan di sektor pemasaran, media, teknologi, dan bisnis.
Menurut Shanti, kreativitas Indonesia memiliki potensi besar di tingkat global sehingga perlu terus didukung melalui kolaborasi lintas sektor yang mampu memperluas ruang bagi industri periklanan, pemasaran, dan komunikasi publik.










