TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoperasikan Radar Cuaca C-Band di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan observasi cuaca nasional sekaligus meningkatkan kecepatan dan akurasi sistem peringatan dini.
Radar tersebut juga diharapkan mendukung pemantauan kondisi cuaca untuk mitigasi bencana hidrometeorologi, termasuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pembangunan serta pengoperasian radar tersebut.
“Radar Cuaca C-Band di Muara Teweh ini merupakan bagian dari jaringan radar cuaca BMKG yang saat ini berjumlah 45 unit di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut masih akan terus ditingkatkan menuju kebutuhan ideal sebanyak 75 radar cuaca agar dapat mencakup seluruh wilayah Indonesia secara optimal,”kata Faisal dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 12 Agustus 2026.
Radar Cuaca C-Band Muara Teweh memiliki kemampuan pengamatan dengan jangkauan hingga 200–250 kilometer. Teknologi tersebut dapat mendeteksi intensitas hujan, memantau pertumbuhan dan pergerakan awan, serta memberikan informasi meteorologi untuk berbagai kebutuhan.
Data radar dapat dimanfaatkan untuk mendukung keselamatan penerbangan, mitigasi bencana hidrometeorologi, hingga pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Faisal mengatakan, radar tersebut juga memiliki peran penting dalam mendukung penanganan karhutla di Kalimantan. Informasi mengenai potensi hujan, perkembangan awan konvektif, dan kondisi atmosfer dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi, termasuk pelaksanaan OMC.
“Manfaat radar cuaca ini sangat besar karena memungkinkan kita melakukan pemantauan kondisi meteorologi dan klimatologi secara lebih optimal. Dengan demikian, informasi terkait cuaca, perubahan iklim, keselamatan transportasi, dan berbagai layanan lainnya dapat disampaikan kepada masyarakat secara cepat dan akurat,” jelasnya.
Ia juga meminta agar radar yang telah dibangun dapat dikelola dan dirawat secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dukung Kebutuhan Data Meteorologi IKN
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar MKG Wilayah III I Kadek Oca Santika mengatakan, pembangunan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh merupakan bagian dari penguatan jaringan observasi cuaca nasional.
Pembangunan infrastruktur tersebut didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025.
“Pembangunan radar cuaca ini merupakan salah satu proyek yang memperoleh pendanaan melalui SBSN Tahun Anggaran 2025. Dukungan pendanaan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur layanan publik di bidang meteorologi sehingga dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi,”ungkap Kadek.
Menurut Kadek, radar Muara Teweh juga memiliki nilai strategis karena mendukung kebutuhan data meteorologi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan wilayah penyangganya.
“Jaringan observasi radar cuaca ini digunakan untuk mengisi kekosongan data meteorologi, khususnya dalam pengamatan cuaca di wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya. Kehadiran radar ini akan memperkuat kualitas data dan layanan informasi cuaca yang dibutuhkan berbagai sektor,”ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara Muhlis menilai perkembangan perubahan iklim global membuat pemantauan cuaca semakin penting. Frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem yang meningkat membutuhkan dukungan teknologi observasi yang lebih modern dan andal.
“Bagi Kabupaten Barito Utara yang memiliki luas wilayah sekitar 8.300 kilometer persegi dengan karakteristik geografis yang beragam, tersebar di sembilan kecamatan, 93 desa, dan 10 kelurahan, serta dihuni lebih dari 162 ribu jiwa, informasi cuaca yang akurat bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan,”ujar Muhlis.
Keberadaan radar juga dinilai mendukung sektor transportasi udara, seiring berkembangnya Bandara Haji Muhammad Sidik sebagai salah satu pintu masuk transportasi udara di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara.
“Infrastruktur radar cuaca ini akan menjadi bagian integral dalam mendukung keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara,”lanjutnya.
Muhlis menegaskan Pemerintah Kabupaten Barito Utara akan terus bersinergi dengan BMKG dalam penyebarluasan informasi cuaca, peningkatan kapasitas mitigasi bencana, edukasi kebencanaan, serta pemanfaatan data meteorologi untuk perencanaan pembangunan.
“Saya berharap radar cuaca ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, akademisi, media massa, dan seluruh lapisan masyarakat,”tandasnya.
Dengan jangkauan pengamatan hingga 200 kilometer dan teknologi resolusi tinggi, Radar Cuaca C-Band Muara Teweh diharapkan mampu mengisi kekosongan data meteorologi di Kalimantan Tengah dan kawasan penyangga IKN.
Informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari transportasi, pertambangan, perkebunan, kehutanan, hingga pengelolaan sumber daya air.
Pengoperasian radar ini menjadi bagian dari langkah BMKG meningkatkan kapasitas observasi dan sistem peringatan dini, sekaligus mendukung keselamatan masyarakat dan mitigasi bencana hidrometeorologi serta karhutla di wilayah Kalimantan.










