TVRINews, Jakarta
Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 jadi momentum menanamkan toleransi dan persatuan di lingkungan kementerian.
Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi pendidikan karakter, toleransi, dan persatuan dalam keberagaman.
Kegiatan tersebut dimaknai sebagai momentum refleksi bersama untuk memperkuat nilai kemanusiaan, kerukunan, dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Keluarga Jadi Basis Pendidikan Karakter
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan tema perayaan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial dan pendidikan.
“Keluarga merupakan basis dalam membangun kehidupan yang damai serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan bersatu,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menambahkan, pembangunan generasi unggul membutuhkan penguatan empat ekosistem pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat termasuk tempat ibadah, serta media massa.
“Keempatnya saling melengkapi dalam membentuk karakter anak sejak dini,” katanya.
Toleransi Ditanamkan Sejak Dini
Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya pembiasaan nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Anak-anak perlu dibiasakan berinteraksi dengan mereka yang berbeda keyakinan melalui perjumpaan dan dialog yang saling menghargai.
“Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan bagian dari persatuan itu sendiri,” tegasnya.
Simbol Solidaritas Kemanusiaan
Perayaan Natal dan Tahun Baru tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan kemanusiaan secara simbolis kepada perwakilan penerima melalui Satuan Tugas di tiga kementerian. Bantuan itu ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra sebagai wujud kepedulian dan solidaritas.
Semangat Kebersamaan Lintas Kementerian
Ketua Panitia Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Febry H.J. Dien, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan tiga kementerian.
“Kehadiran para menteri, pejabat, pegawai, serta tokoh agama mencerminkan semangat kebersamaan dan kerukunan,” ujarnya.
Ia berharap nilai kebersamaan tersebut terus terjaga dan diterapkan dalam kehidupan kerja sehari-hari.
Perayaan Khidmat dan Bernuansa Budaya
Rangkaian perayaan diisi dengan refleksi Natal oleh Pastor Yustinus Ardianto dan pesan damai Natal dari Pendeta Henriette T. Hutabarat Lebang. Acara juga dimeriahkan penampilan paduan suara dari berbagai sekolah dan komunitas lintas daerah, serta sajian musik religi.
Melalui perayaan ini, tiga kementerian menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat peran keluarga, toleransi, dan persatuan sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa dan menjaga harmoni dalam keberagaman.










