TVRINews, Medan
TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga melatih literasi dan membangun integritas siswa sejak dini.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dinilai tidak sekadar berfungsi untuk mengukur kompetensi siswa, tetapi juga menjadi sarana mengasah kemampuan literasi serta menanamkan nilai integritas sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau pelaksanaan TKA di sejumlah sekolah di Medan, Sumatra Utara.
Dalam kunjungannya ke UPT SD Negeri 060864, Fajar berdialog dengan siswa kelas VI yang baru saja menyelesaikan TKA Bahasa Indonesia. Ia menangkap antusiasme para siswa meski dihadapkan pada format soal yang berbeda dari ujian pada umumnya.
Menurutnya, penggunaan soal berbasis cerita yang relatif panjang mendorong siswa untuk membaca lebih cermat dan memahami konteks secara mendalam.
“Model soal seperti ini melatih kemampuan literasi siswa karena mereka harus membaca dengan teliti sebelum menjawab,”kata Fajar dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026.
Sejumlah siswa mengaku sempat merasa tegang saat mengerjakan soal. Namun, setelah ujian selesai, rasa lega pun muncul. Hafiz Al-Hafzi dan Rizki Akila Pangaribuan, misalnya, mengungkapkan bahwa soal yang dihadapi cukup menantang karena berbeda dari perkiraan.
“Awalnya deg-degan, tapi sekarang lega. Tinggal menunggu hasil,”ungkap Rizki.
Meski demikian, dukungan dari orang tua dan guru menjadi penyemangat bagi mereka. Para siswa juga diajak untuk tetap menjunjung kejujuran dan menjalani proses dengan penuh semangat.
Kunjungan ini sekaligus menjadi evaluasi terhadap kemampuan literasi siswa dalam menghadapi soal berbasis narasi. Fajar menekankan pentingnya membiasakan membaca sejak dini agar siswa lebih siap menghadapi soal yang membutuhkan penalaran.
Ia mendorong siswa untuk mulai membangun kebiasaan membaca secara konsisten, bahkan dari hal sederhana seperti membaca satu halaman setiap hari.
Selain berdialog dengan siswa, Fajar juga mengapresiasi pihak sekolah yang telah menjaga integritas selama pelaksanaan TKA, termasuk dalam menjaga kerahasiaan soal serta keterlibatan proktor dan pengawas.
Di sisi lain, sekolah juga melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan pelaksanaan TKA. Guru kelas VI sekaligus teknisi TKA di UPT SD Negeri 060864, Siska Hutapea, menjelaskan bahwa siswa telah dibekali melalui les tambahan dan simulasi ujian sejak Februari.
“Kami mengadakan try out hingga 12 kali dan memberikan tambahan belajar setelah jam sekolah agar siswa terbiasa dengan pola soal,”ujar Siska.
Meski sempat menghadapi kendala teknis seperti gangguan jaringan pada hari pertama, pelaksanaan TKA hari berikutnya berjalan lebih lancar dengan total 31 siswa yang mengikuti ujian dalam dua sesi.
Sementara itu, di UPT SD Negeri 060862, pihak sekolah juga menghadapi keterbatasan fasilitas. Kepala Sekolah Budiarti mengungkapkan bahwa kebutuhan perangkat ujian diatasi dengan meminjam laptop dari guru dan sekolah lain.
“Dengan kerja sama dan gotong royong, kendala yang ada bisa diatasi sehingga siswa tetap dapat mengikuti ujian dengan baik,”kata Budiarto.
Pemerintah berharap pelaksanaan TKA tidak hanya menjadi alat evaluasi akademik, tetapi juga mendorong terbentuknya karakter siswa yang jujur, tangguh, dan memiliki budaya literasi yang kuat.










