TVRINews – Jakarta
Wakil Ketua Komisi VII DPR menekankan kesejahteraan pekerja sebagai fondasi utama daya saing industri global.
Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 menjadi titik balik penting bagi penguatan ekosistem industri Indonesia.
Di tengah tekanan ekonomi global dan transformasi digital yang kian masif, keseimbangan antara profitabilitas perusahaan dan kesejahteraan tenaga kerja kini menjadi urgensi yang tidak dapat ditawar.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan bahwa kemajuan sektor industri nasional sangat bergantung pada kualitas hubungan industrial yang harmonis. Menurutnya, industri yang tangguh hanya bisa lahir dari tenaga kerja yang mendapatkan hak-haknya secara layak.
"Tanpa pekerja yang kuat dan sejahtera, tidak mungkin ada industri yang berdaya saing," dan Anda adalah tulang punggung ekonomi nasional." Ujarnya dikutip Jumat 1 Mei 2026.
Menolak Relasi Eksploitatif
Sebagai mitra kerja Kementerian Perindustrian, Komisi VII terus mendorong kebijakan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan kuantitatif, tetapi juga kualitas perlakuan terhadap sumber daya manusia.
Lamhot menyoroti masih adanya ketimpangan kesejahteraan yang perlu segera diatasi melalui dialog konstruktif antara pengusaha dan buruh.
Politisi senior Partai Golkar tersebut secara tegas menolak model hubungan kerja yang bersifat eksploitatif.
Ia berpendapat bahwa keberlanjutan bisnis jangka panjang justru terletak pada pertumbuhan bersama, di mana perusahaan berkembang seiring dengan meningkatnya taraf hidup pekerjanya.
"Hubungan industrial yang sehat itu bukan soal siapa yang lebih kuat, tapi bagaimana kedua belah pihak bisa tumbuh bersama," tambahnya.
Transformasi Digital dan Perlindungan Negara
Di tengah pergeseran menuju era energi bersih dan digitalisasi, Lamhot juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi.
Ia menilai negara harus hadir untuk memastikan transisi industri ini tidak meninggalkan para pekerja di belakang.
Program pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) menjadi kunci agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di level internasional dan "naik kelas" dari sisi produktivitas.
Sinergi Pemerintah, Pengusaha, dan Buruh
Menilik pesan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan serupa di Monumen Nasional, Lamhot menggarisbawahi pentingnya kolaborasi tripartit.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja dipandang sebagai modal utama Indonesia untuk menjadi role model global dalam menciptakan hubungan industri yang inklusif.
"Jangan sampai kita bicara pertumbuhan tinggi, tapi pekerja masih hidup dalam ketidakpastian. Itu bukan pembangunan yang kita cita-citakan," tegas Lamhot.
Pernyataan ini ditutup dengan ajakan untuk menjadikan Hari Buruh sebagai momentum solidaritas nasional, bukan konflik.










