TVRINews – Jakarta
Sektor Perdagangan dan Industri Pengolahan Menjadi Motor Utama Lonjakan Pendapatan Negara
Pendapatan negara dari sektor perpajakan menunjukkan performa impresif pada medio tahun ini. Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2026 berhasil menembus angka Rp834,4 triliun, atau tumbuh sebesar 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa lonjakan positif ini dipicu oleh kontribusi masif dari seluruh segmen industri di Indonesia yang bergerak serentak.

(Menkeu Pada Paparan APBN Kita Edisi Juni 2026 (Foto: APBN KiTA))
"Kalau perdagangan tumbuh 52,4 persen, artinya ada yang beli," ujar Purbaya dalam konferensi pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 5 Juni 2026.
Laju pertumbuhan paling signifikan dicatatkan oleh sektor perdagangan yang melesat hingga 52,4 persen (yoy). Sektor ini sekaligus menjadi penyumbang terbesar dengan porsi mencapai 25,5 persen dari total seluruh penerimaan pajak.
Akselerasi di bidang ini utamanya didorong oleh aktivitas tinggi pada subsektor perdagangan besar bahan bakar minyak (BBM) serta ekosistem perdagangan daring (e-commerce).
Geliat Manufaktur dan Komoditas
Selain perdagangan, sektor industri pengolahan juga menunjukkan taji dengan membukukan pertumbuhan setoran pajak sebesar 19,7 persen (yoy). Sektor manufaktur ini memegang peranan penting dengan kontribusi sebesar 23,6 persen, yang sebagian besar disokong oleh meningkatnya profitabilitas pada subsektor industri minyak kelapa sawit (CPO).
Purbaya menegaskan bahwa angka-angka ini menjadi indikator kuat bahwa roda perekonomian domestik, khususnya sektor produksi, sedang berada dalam kondisi yang sehat.
"Industri pengolahan tumbuh 19,7 persen, pabrik-pabrik di sini jalan, berproduksi," cetus Purbaya.
Tren positif juga merambah ke sektor ekstraktif. Industri pertambangan kembali mencetak rapor hijau dengan pertumbuhan setoran pajak mencapai 28,2 persen, meski kontribusinya terhadap total penerimaan berada di angka 9,1 persen.
Melesatnya performa sektor ini didominasi oleh penguatan di bidang pertambangan minyak dan gas bumi (migas).
Pemerataan Pertumbuhan Lintas Sektor
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, berikut adalah rincian performa sektor usaha lainnya yang turut memperkuat struktur penerimaan negara per Mei 2026:

Stabilitas pertumbuhan di berbagai lini bisnis ini mencerminkan pemulihan ekonomi yang inklusif, di mana sektor logistik, korporasi, hingga properti tetap menunjukkan tren ekspansif di tengah dinamika pasar global.










