TVRINews, Tabanan
Pemerintah terus mempercepat pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan melalui program revitalisasi sekolah di berbagai daerah. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan revitalisasi sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Fajar menyampaikan pemerintah telah menyiapkan anggaran APBN 2026 untuk merevitalisasi sekitar 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menargetkan tambahan sedikitnya 60 ribu sekolah penerima program revitalisasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan target tersebut, total sekitar 71 ribu satuan pendidikan diproyeksikan menerima bantuan revitalisasi pada 2026.
“Sejak era pembangunan SD Inpres pada masa Orde Baru, belum pernah ada lagi program pembangunan dan perbaikan sekolah secara besar-besaran seperti saat ini,”ujar Fajar dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menegaskan pemerintah menargetkan pada 2028 tidak ada lagi sekolah dengan kondisi rusak berat di Indonesia, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga madrasah.
Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan. Pada 2025, pemerintah telah mendistribusikan 288 ribu unit Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah dan menargetkan penambahan hingga 800 ribu unit pada 2026.
Sebelum menghadiri peresmian revitalisasi, Fajar meninjau langsung kondisi SD Negeri 3 Sembung Gede yang bangunannya ambruk dan membahayakan keselamatan warga sekolah. Saat ini, proses belajar mengajar sementara dilakukan di ruang darurat, termasuk perpustakaan sekolah.
Menanggapi kondisi tersebut, Fajar meminta sekolah itu diprioritaskan masuk program revitalisasi tahun 2026.
“Saya sudah sampaikan kepada Wakil Bupati agar sekolah tersebut langsung masuk daftar prioritas,”jelasnya.
Pada kegiatan tersebut, Wamendikdasmen juga menandatangani simbolis revitalisasi yang mewakili 22 penerima bantuan dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan menyebutkan sebanyak 62 sekolah di wilayahnya memperoleh bantuan revitalisasi pada tahun ini. Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mengatakan revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan generasi mendatang.
“Lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan inspiratif akan sangat mendukung perkembangan peserta didik,”kata Made.
Menurutnya, pemerintah daerah terus menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan melalui peningkatan sarana-prasarana, penguatan kapasitas guru, pengembangan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Program revitalisasi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh sekolah penerima bantuan. Kepala SMP Negeri 2 Kediri, Ni Luh Putu Septawati, mengaku dua ruang kelas di sekolahnya mengalami kerusakan berat selama tiga tahun sebelum akhirnya mendapat bantuan revitalisasi. Kini ruang kelas tersebut telah kembali digunakan dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman.
“Setelah menunggu cukup lama, akhirnya sekolah kami mendapatkan revitalisasi. Ini sangat meningkatkan semangat belajar siswa dan motivasi guru,”ungkap Putu.
Hal serupa disampaikan Kepala SD Negeri 3 Marga, I Nyoman Adi Saputra. Menurutnya, revitalisasi sekolah membawa harapan baru bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Sekolah yang layak menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan menumbuhkan semangat belajar anak-anak,”ujar Adi.
Di akhir kegiatan, Fajar menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya melalui pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga penguatan kompetensi guru dan transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat terwujudnya pendidikan yang berkualitas, aman, dan merata bagi seluruh anak Indonesia.










