TVRINews, Yahukimo
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 725/Woroagi Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengamankan sekitar 5.000 batang tanaman ganja di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Penemuan ladang ganja berukuran besar tersebut merupakan bagian dari langkah taktis untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Papua sekaligus memutus rantai peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan.
Penemuan ini didapatkan setelah personel melakukan penyelidikan intensif serta pengumpulan informasi secara berkala di lapangan. Guna mencapai titik lokasi, aparat keamanan harus melewati medan pegunungan yang terjal, menghadapi cuaca ekstrem yang tidak menentu, serta rute perjalanan yang sangat sulit dijangkau sebelum akhirnya dapat menguasai wilayah sasaran.
Sesampainya di lokasi target, personel langsung melakukan pendataan, pendokumentasian, dan pengamanan ketat terhadap seluruh barang bukti tanaman ganja. Seluruh proses pengamanan dan penertiban ini dipastikan berjalan secara profesional, terukur, serta selaras dengan regulasi hukum yang berlaku.
Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan di lapangan, 5.000 batang tanaman ganja tersebut dikembangkan di dua titik terpisah melalui dua patroli keamanan yang dilakukan secara berkesinambungan.

Di lokasi pertama, yakni di Kampung Kima Kompleks, petugas menemukan kurang lebih 3.000 batang tanaman ganja. Sementara di lokasi kedua, tepatnya di Kampung Air Garam, petugas mendapati sekitar 2.000 batang ganja, lengkap dengan temuan satu buah busur serta 26 anak panah di sekitar area ladang tersebut.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kepemilikan ladang ilegal tersebut. Penanganan kasus ini dilakukan dengan mengedepankan kolaborasi erat antara jajaran TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa keberhasilan operasi penertiban ini tidak hanya berbicara mengenai aspek penegakan hukum semata, melainkan esensinya adalah untuk menjaga dan membentengi masyarakat Papua dari bahaya gelap narkotika.
“Pengungkapan sekitar 5.000 batang tanaman ganja ini merupakan bagian dari komitmen Koops TNI Habema untuk menjaga masyarakat Papua, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Bersama instansi terkait, kami akan terus bersinergi mencegah peredaran narkotika agar generasi penerus Papua dapat tumbuh sehat, aman, memperoleh kesempatan meraih cita-cita, dan membangun tanah kelahirannya,” ujar Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Jumat 17 Juli 2026.
Keberhasilan penemuan ladang ganja ini membawa harapan baru agar generasi muda di tanah Papua terbebas dari bahaya ketergantungan obat-obatan terlarang. Melalui kombinasi tindakan preventif, penegakan hukum yang tegas, serta kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, Koops TNI Habema berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan rasa aman dan memastikan anak-anak Papua dapat tumbuh dan menggapai cita-citanya dengan optimal.










