TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah menteri dan pembantunya harus mendapat perawatan di rumah sakit akibat bekerja keras menjalankan tugas pemerintahan.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di hadapan peserta Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan, padatnya pekerjaan pemerintahan membuat sejumlah menteri mengalami kelelahan. Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan sempat pingsan dan harus menjalani operasi.
"Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapekan,"kata Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dirinya berjanji akan memberikan lebih banyak waktu istirahat kepada para menteri selama sisa masa jabatannya. Namun, pernyataan tersebut disampaikan dengan nada bercanda ketika menceritakan respons para pembantunya.
"Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi banyak waktu istirahat untuk mereka. Dan mereka menjawab, janji tinggal janji,"tegasnya.
Prabowo menyebut kondisi tersebut menjadi gambaran kesungguhan pemerintah dalam menjalankan amanah yang diberikan rakyat. Ia mengatakan, para menteri bekerja dengan beban tugas yang sangat padat.
Menurut Prabowo, bahkan dalam kalender kerjanya hampir tidak terdapat hari libur.
"Menurut pembantu-pembantu saya, dalam kalender saya tidak ada hari merah,"ucapnya.
Prabowo menegaskan, amanah yang diberikan rakyat merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
"Kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita. Karena itu kita akan bekerja sekeras-kerasnya, kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita,"pungkasnya.










