TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) bersama Kementerian Pendidikan Korea melalui Institute of APEC Collaborative Education (IACE) menggelar APEC AI and Digital Education Forum 2026 di Jakarta.
Forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian APEC Digital Education Policy Forum (ADEPF) 2026 yang berlangsung pada 11 hingga 14 Agustus 2026.
Sebagai focal point APEC Human Resources Development Working Group (HRDWG), BKPDM memanfaatkan forum ini untuk berbagi pengalaman dan praktik baik terkait pendidikan digital serta pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat jejaring kerja sama antar-ekonomi APEC.
Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan, forum tersebut salah satunya bertujuan membagikan praktik baik dari para alumni APEC Digital Education Policy Training (ADEPT) asal Indonesia, Thailand, dan Filipina.
“Sejak 2006, Indonesia sendiri telah mengirimkan sekitar 150 delegasi untuk mengikuti ADEPT. Banyak di antara mereka yang kemudian kembali ke institusinya dan secara konsisten membawa perubahan dalam cara kerja dan praktik yang dijalankan,” Toni dalam keterangan tertulis, dikutip, Jumat, 14 Agustus 2026.
Forum ini juga mempertemukan alumni ADEPT dari berbagai angkatan. Program tersebut sebelumnya dikenal dengan nama APEC e-Learning Training Program (AeLTP).
Jejaring alumni yang terbentuk diharapkan dapat menjadi wadah berkelanjutan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Selain itu, hasil pelatihan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang konsisten dan dapat dikembangkan di berbagai ekonomi APEC.
Direktur APEC Secretariat (Policy Support Unit) Carlos Kuriyama turut menyampaikan keynote speech bertajuk AI and Digital Transformation in the APEC Region.
Dalam forum tersebut, Kemendikdasmen juga memaparkan kebijakan Indonesia mengenai Coding dan AI dalam pendidikan, serta pengembangan Rumah Pendidikan sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital dan integrasi data untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur IACE Korea Prof. Dongsun Park mengapresiasi kiprah para alumni ADEPT yang kini berkembang menjadi pemimpin di bidang pendidikan masing-masing.
“Kontribusi dan perjalanan mereka melalui ADEPT telah memainkan peran penting dalam mendorong inovasi dan perubahan yang berarti di kawasan APEC. Kami sungguh menyadari kerja keras dan dedikasi tanpa henti dari para alumni,”ungkap Prof. Dongsun Park.
Menurut Dongsun, kecerdasan artifisial saat ini memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan pembelajaran yang dipersonalisasi, serta mengurangi kesenjangan digital untuk mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih inklusif.
Forum juga menghadirkan pemaparan praktik baik dari alumni ADEPT di Indonesia, Thailand, dan Filipina. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panel diskusi bertajuk Policy Changes Through Training: Conditions for Sustainability and Expansion of AI and Digital Education Policies.
Diskusi tersebut membahas berbagai kondisi yang diperlukan agar hasil pelatihan dan pengembangan kapasitas dapat menghasilkan perubahan kebijakan yang berkelanjutan serta dapat diperluas.
Melalui forum ini, Indonesia mendorong penguatan kolaborasi antar-ekonomi APEC untuk memastikan transformasi digital dan pemanfaatan AI di bidang pendidikan berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan, sekaligus berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Dongsun berharap forum tersebut dapat menjadi ruang untuk mengevaluasi capaian kerja sama sekaligus membahas tantangan pengembangan pendidikan digital dan AI ke depan.
“Pertemuan hari ini menjadi kesempatan penting untuk merefleksikan capaian kolaborasi ini sekaligus mendiskusikan tantangan ke depan. Ke depan, saya sungguh berharap forum ini dapat menjadi katalisator bagi komunitas ADEPT untuk terus terhubung erat dan saling menguatkan sebagai calon pemimpin pendidikan masa depan,”tuturnya.










