TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar mengenai capaian sektor pangan nasional. Menurut Presiden Prabowo, Indonesia pada 2026 telah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri untuk delapan komoditas pangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, serta DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Delapan komoditas yang disebut Presiden Prabowo telah mencapai swasembada terdiri atas beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
“Tahun ini kita telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan. Ini mencakup beras dan jagung, gula untuk konsumsi, daging serta telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit,” ujar Presiden Prabowo, Jumat, 14 Agustus 2026.
Presiden Prabowo menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Produksi pangan nasional tidak hanya ditopang Kementerian Pertanian, tetapi juga melibatkan penyuluh pertanian serta dukungan kementerian dan lembaga lainnya.
Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri juga disebut turut berperan dalam memperkuat upaya pencapaian ketahanan pangan nasional.
“Keberhasilan ini lahir dari kerja bersama. Ada kementerian, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang memberikan dukungan. Semangat gotong royong tersebut membawa kita pada capaian yang mendapat pengakuan dari dunia,” kata Presiden Prabowo.
Meski demikian, Presiden Prabowo mengakui masih ada kebutuhan pangan yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Salah satunya adalah komoditas daging.
Presiden Prabowo memastikan pemerintah akan melanjutkan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi daging nasional. Ia optimistis target swasembada daging dapat direalisasikan dalam beberapa tahun mendatang.
“Untuk daging, kita memang belum mencapai swasembada. Tetapi ini akan menjadi pekerjaan yang terus kita lakukan dan insyaallah target tersebut dapat dicapai dalam waktu lima hingga enam tahun ke depan,” tutur Presiden Prabowo.










