TVRINews, Maluku Utara
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menilai pemanfaatan kapal nelayan sebagai media seni di Ternate, Maluku Utara, dapat memperkuat identitas daerah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Irene saat menghadiri peresmian lukisan pada kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Bastiong, Ternate, Maluku Utara. Menurutnya, kapal nelayan tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana aktivitas melaut, tetapi juga menjadi media untuk menceritakan kehidupan dan kekayaan daerah.
"Kapal yang biasanya hanya menjadi tempat orang pergi melaut dan menjadi bagian dari aktivitas nelayan, kini bisa menjadi sebuah papan cerita yang menceritakan kehidupan masyarakat Maluku Utara," kata Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 27 September 2026.
Kemudian Irene mengatakan, ketika kapal nelayan memiliki cerita melalui karya seni, hal tersebut dapat memunculkan rasa ingin tahu masyarakat terhadap daerah asalnya.

"Ketika kapal memiliki cerita, orang akan memiliki rasa ingin tahu dan melihat bahwa ada sesuatu yang spesial dari daerah ini," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, seniman Erika Richardo bersama komunitas seniman lokal Maluku Utara menghiasi kapal-kapal nelayan dengan beragam lukisan. Karya tersebut mengangkat unsur flora, rempah, hingga biota laut khas Maluku Utara sebagai bentuk storytelling visual.
Selain seni rupa, Irene juga melihat peluang pengembangan ekonomi kreatif Maluku Utara melalui subsektor kuliner dan kriya yang berbasis potensi alam lokal. Salah satunya komoditas kelor dan kenari yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Menurut Irene, penguatan desain kemasan atau packaging serta storytelling produk diperlukan agar komoditas lokal tersebut dapat memiliki daya saing lebih luas.
"Potensi Maluku Utara luar biasa besar. Di sini banyak daun kelor dan kenari yang di luar dikenal sebagai superfood dan sangat dicari. Yang perlu kita lakukan bersama adalah gotong royong dan berkolaborasi untuk meningkatkan packaging serta storytelling agar potensi ini dapat dikenal lebih luas, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga dunia," ucapnya.
Kementerian Ekraf, lanjut Irene, berkomitmen mengawal pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui sinergi pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan media.
Penguatan kapasitas kreator daerah serta pengembangan identitas lokal menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia. Pendampingan juga akan terus dilakukan terhadap potensi seni rupa, pariwisata, dan produk lokal Maluku Utara agar berkembang dan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.










