TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium dengan mengutamakan kebutuhan serta pengalaman pelanggan. Upaya tersebut dinilai penting agar pelayanan tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pengguna.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono saat membuka BB Binomika Customer Forum 2026 bertema Listen, Connect, Improve di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Dante mengatakan, layanan diagnostik memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu dasar bagi masyarakat dan tenaga medis untuk mengetahui kondisi kesehatan serta menentukan tindakan penanganan yang tepat.
Oleh karena itu, kualitas pemeriksaan, terutama dari sisi kecepatan dan akurasi, perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Secanggih apapun teknologi dan fasilitas yang kita miliki, itu saja tidak cukup untuk menjamin mutu pelayanan. Kita perlu mendengarkan pengalaman pelanggan dan memahami kebutuhan mereka. Masukan pelanggan harus diterima, dianalisis, ditindaklanjuti, dan disampaikan kembali perkembangannya agar mereka tahu bahwa masukannya menghasilkan perubahan,”kata Dante dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 4 November 2026.
Ia berharap, semangat Listen, Connect, Improve tidak sekadar menjadi tema kegiatan, melainkan diterapkan sebagai budaya kerja dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“Kita mungkin tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan yang membuat masyarakat puas atau kecewa. Namun, kita bisa mulai dari hal-hal yang berada dalam kendali kita, salah satunya membangun empati kepada pelanggan. Mari hadirkan pelayanan yang membuat masyarakat merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia,”tambahnya.
BB Binomika sendiri merupakan laboratorium rujukan nasional yang didukung teknologi genomic sequencing. Selain itu, lembaga tersebut bertugas menyelenggarakan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) untuk membantu laboratorium lain menjaga dan meningkatkan standar kualitas pemeriksaan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Sunarto, menjelaskan bahwa cakupan tugas BB Binomika tidak terbatas pada pemeriksaan genomik. Lembaga tersebut juga melanjutkan berbagai fungsi laboratorium kesehatan, termasuk pengawasan mutu pemeriksaan laboratorium secara eksternal.
“Sebagai pengembangan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan, BB Binomika tetap menjalankan berbagai fungsi laboratorium kesehatan, termasuk pengendalian mutu eksternal,”ungkap Sunarto.
Ia berharap forum tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kemampuan dan layanan BB Binomika kepada rumah sakit serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Kemenkes juga mendorong pengembangan jejaring laboratorium melalui pendekatan hub and spoke. Skema ini diharapkan memungkinkan fasilitas kesehatan saling mendukung dalam penggunaan peralatan, pelaksanaan pemeriksaan, hingga layanan rujukan laboratorium secara lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Kepala BB Binomika, Indri Rooslamiati, mengatakan BB Binomika Customer Forum 2026 merupakan forum pertama yang diselenggarakan sebagai upaya mempererat hubungan dengan pelanggan dan mitra strategis.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan daring tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai layanan, menggali kebutuhan pengguna, serta membangun komunikasi dan kepercayaan dengan para mitra.
Dalam kesempatan yang sama, BB Binomika juga menandatangani kerja sama dengan empat mitra strategis, yakni Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), IASMED, NGI, dan Pandu Biosains.
Melalui kegiatan tersebut, BB Binomika diharapkan semakin memperluas kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan mitra strategis. Dengan demikian, peningkatan mutu laboratorium yang mengutamakan kecepatan, ketepatan, dan kepercayaan dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.









