TVRINews, Kendiri
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengingatkan para wisudawan agar menjadikan kelulusan sebagai awal untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh selama kuliah. Menurutnya, integritas, adaptasi, dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi modal penting dalam menghadapi kehidupan setelah kampus.
Fauzan mengatakan, setelah menyandang gelar sarjana, para lulusan akan menghadapi lingkungan yang menuntut penerapan langsung atas pengetahuan dan karakter yang telah dibangun selama menempuh pendidikan tinggi.
“Saudara akan memasuki kampus kehidupan yang realistis. Bukan lagi SKS yang saudara kumpulkan, bukan lagi dosen yang akan menilai saudara, tetapi saudara akan dinilai oleh masyarakat,” ujar Fauzan dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Rabu, 4 November 2026.
Lebih lanjut, ia menerangkan jika kemampuan dalam menghadapi tantangan kehidupan dapat dibentuk sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah.
Selain itu, pengalaman berorganisasi juga mengikuti kegiatan kemahasiswaan, hingga terlibat dalam aktivitas bersama masyarakat menjadi sarana untuk melatih kepemimpinan dan menyelesaikan persoalan.
Karena itu, Fauzan meminta para lulusan tidak berhenti mengembangkan diri setelah memperoleh gelar akademik. Mereka perlu terus meningkatkan kapasitas, mengevaluasi kemampuan, serta menjaga integritas dalam setiap tanggung jawab yang dijalankan.
Fauzan juga mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik di lingkungan kampus, tetapi turut memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar. Kegiatan akademik berskala besar, misalnya, dapat diselenggarakan di wilayah yang membutuhkan penguatan ekonomi sehingga turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Selain itu, kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat diharapkan dapat membuka wawasan generasi muda mengenai pentingnya pendidikan tinggi dan mendorong mereka melanjutkan pendidikan.
Sementara itu, Rektor UNP Kediri Zainal Afandi berharap para wisudawan mampu membawa ilmu pengetahuan dan karakter yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Saya berharap saudara menjadi lulusan yang unggul, memiliki kedalaman ilmu, berbudi luhur, dan berdaya saing global,” ujar Zainal.
Zainal menyampaikan, UNP Kediri menerima sekitar 2.000 mahasiswa baru pada 2026. Menurutnya, kepercayaan masyarakat tersebut menjadi tanggung jawab universitas untuk terus menjaga mutu pendidikan dan memperluas manfaat keberadaannya.
Tantangan dunia kerja turut menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat 904.440 penganggur dengan pendidikan tertinggi universitas pada Agustus 2025. Sementara itu, pada Februari 2025 jumlahnya tercatat 1.010.652 orang.
Data tersebut menunjukkan pentingnya penguatan relevansi kompetensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan tinggi juga perlu membekali mahasiswa dengan karakter, kemampuan beradaptasi, dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dalam pembangunan sumber daya manusia, penguatan pendidikan dan sains, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat agar semakin relevan dengan kebutuhan bangsa.









