TVRINews, NTT
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat layanan air minum dan sanitasi bagi 2.623 warga yang masih mengungsi akibat gempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ribuan warga tersebut tersebar di dua lokasi pengungsian terpusat, yakni Posko Golo Conggo dengan 1.111 pengungsi dan Posko Barangkolong yang menampung 1.512 orang.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penyediaan kebutuhan dasar menjadi perhatian pemerintah selama masa tanggap darurat, terutama bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian.
“Kami memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Fasilitas yang sudah ada terus kami maksimalkan, sementara peralatan tambahan juga kami siapkan untuk memperkuat pelayanan di lapangan,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan air minum pengungsi, saat ini telah tersedia lima unit pengolahan air atau HU. Masing-masing unit memiliki kapasitas 1.000 liter.
Fasilitas tersebut merupakan dukungan dari Pertamina dan Brimob yang ditempatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di dua posko pengungsian.
Selain itu, tiga mobil tangki air milik PDAM Komodo juga dikerahkan untuk mendistribusikan air ke lokasi pengungsian.
Air yang didistribusikan berasal dari SPAM IKK Reok sebagai sumber air yang sudah tersedia di wilayah tersebut.
Dody mengatakan pengaturan distribusi terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan pihak terkait agar kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi secara merata.
“Distribusi air menjadi bagian penting dalam penanganan pengungsi. Karena itu, kami terus berkoordinasi agar pasokan yang tersedia dapat disalurkan sesuai kebutuhan di masing-masing posko,” ujarnya.
Kementerian PU juga menambah dukungan dengan memobilisasi sejumlah peralatan dari Lombok, NTB, menuju Reok.
Peralatan tersebut terdiri dari empat mobil tangki air, satu mobil vakum dan satu dump truck.
Selain itu, disiapkan lima set HU, dua unit portable MCK dan satu unit Biority untuk memperkuat layanan air minum sekaligus sanitasi di kawasan pengungsian.
Seluruh peralatan diperkirakan tiba di Reok pada Minggu malam (23/8/2026). Setelah tiba, peralatan akan langsung ditempatkan di lokasi berdasarkan kebutuhan dan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait.
“Kami berharap tambahan peralatan ini segera memperkuat pelayanan di dua posko. Setelah tiba, seluruh sarana akan langsung dimobilisasi sesuai prioritas kebutuhan masyarakat,” jelas Dody.
Selain air minum, fasilitas sanitasi juga menjadi perhatian. Saat ini, para pengungsi masih menggunakan MCK darurat serta fasilitas milik warga yang berada di sekitar lokasi.
Penambahan portable MCK diharapkan dapat meningkatkan kapasitas fasilitas sanitasi bagi pengungsi. Sementara mobil vakum digunakan untuk membantu penanganan limbah di kawasan posko.
Kementerian PU memastikan dukungan terhadap masyarakat terdampak gempa akan terus diperkuat selama masa tanggap darurat.
Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai, PDAM, BNPB, TNI-Polri dan unsur terkait lainnya.
“Dalam kondisi bencana, pelayanan dasar tidak boleh terhenti. Kami akan terus berkoordinasi dan menyesuaikan dukungan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan,” pungkas Dody.










