TVRINews, Jakarta
Malaria masih menjadi ancaman kesehatan di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala dan melakukan langkah pencegahan sejak dini guna memutus rantai penularan penyakit tersebut.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, menjelaskan bahwa malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
“Gejala yang paling umum adalah demam tinggi, sakit kepala, menggigil, berkeringat, serta nyeri otot. Jika tidak segera ditangani, malaria dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat,”kata Prima dalam temu media peringatan Hari Malaria Sedunia, Kamis, 30 April 2026.
Kelompok yang berisiko tinggi tertular malaria antara lain masyarakat yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis, mereka yang tinggal di lingkungan dengan banyak genangan air, serta individu yang sering beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
Selain itu, kondisi rumah yang memiliki celah pada dinding atau ventilasi tanpa pelindung juga dapat memudahkan nyamuk masuk dan meningkatkan risiko penularan.
Untuk mencegah malaria, masyarakat diimbau melakukan langkah sederhana namun efektif, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Habitat nyamuk Anopheles umumnya berada di air yang tenang dan bersentuhan langsung dengan tanah, seperti parit, rawa, sawah, kolam, hingga genangan air di sekitar rumah.
Upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan mengurangi populasi nyamuk, misalnya dengan menebarkan ikan pemakan jentik, menggunakan larvasida, serta menanam tanaman pengusir nyamuk seperti sereh, lavender, dan marigold.
Selain itu, perlindungan diri menjadi langkah penting untuk menghindari gigitan nyamuk, antara lain dengan menggunakan kelambu saat tidur, memakai obat anti-nyamuk atau losion penolak serangga, serta mengenakan pakaian tertutup saat beraktivitas di malam hari.
“Pencegahan malaria tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melindungi diri,”pungkasnya.
Pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai program komunikasi perubahan perilaku, serta memperluas akses informasi terkait pencegahan dan penanganan malaria.
Dengan pemahaman yang baik dan tindakan pencegahan yang konsisten, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari risiko malaria sekaligus mendukung target Indonesia bebas malaria pada 2030.










