TVRINews, Jakarta
Pemerintah menargetkan penguatan kebijakan kebudayaan, sastra, dan museum berbasis keilmuan.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penasihat Menteri kepada sejumlah tokoh senior nasional di bidang kebudayaan, sejarah, sastra, dan permuseuman.
Penyerahan SK tersebut berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran strategis penasihat dalam mendukung arah kebijakan dan program Kementerian Kebudayaan.

Tokoh yang hadir langsung menerima SK Penasihat Menteri adalah Singgih Tri Sulistiyono sebagai Penasihat Menteri Bidang Pelestarian Sejarah dan Pengembangan Budaya Kemaritiman, Taufik Ismail sebagai Penasihat Menteri Bidang Penguatan dan Pengembangan Sastra Indonesia.
Kemudian, Putu Supadma Rudana sebagai Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, serta Batara Richard Hutagalung sebagai Penasihat Menteri Bidang Penguatan Literasi Sejarah Nasional.
Penasihat Dilibatkan untuk Perkuat Kebijakan Kebudayaan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pembentukan nomenklatur Penasihat Menteri dilakukan dengan melibatkan tokoh-tokoh senior yang memiliki rekam jejak, otoritas keilmuan, serta pengalaman panjang di bidang masing-masing.
"Keberadaan penasihat menjadi penting untuk memastikan kebijakan kebudayaan berpijak pada kedalaman keilmuan dan nilai-nilai kebangsaan," kata Fadli dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Januari 2026.
Penyusunan Buku Sejarah Nasional Jadi Fokus Utama
Fadli Zon menegaskan bahwa salah satu fokus utama yang membutuhkan peran aktif para penasihat adalah penyusunan buku-buku sejarah nasional. Program ini diarahkan untuk menghadirkan narasi sejarah yang kuat, komprehensif, dan relevan bagi generasi muda, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap perjalanan bangsa.
Pada tahun ini, Kementerian Kebudayaan menargetkan penyusunan sejumlah buku sejarah penting, antara lain sejarah Perang Mempertahankan Kemerdekaan 1945–1950 serta sejarah kerajaan-kerajaan besar Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Samudera Pasai. Buku-buku tersebut diharapkan menjadi rujukan yang kredibel dan memperkaya literasi sejarah nasional.
Penguatan Sastra dan Program Penerjemahan
Selain sejarah, penguatan ekosistem sastra juga menjadi perhatian Kementerian Kebudayaan. Fadli Zon menyebut peran Penasihat Menteri Bidang Sastra diharapkan dapat memberikan pandangan strategis dalam mendorong pengembangan sastra Indonesia, termasuk melalui program penerjemahan karya sastra ke bahasa asing.
“Kami sedang gencar memfasilitasi penerjemahan buku sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Kami sangat berharap masukan dan saran dari tokoh sastra seperti Pak Taufik Ismail,” ujar Fadli Zon.
Museum sebagai Ruang Edukasi dan Ingatan Kolektif
Di bidang permuseuman, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya penguatan peran museum sebagai ruang edukasi, narasi sejarah, dan ekspresi kebudayaan. Perhatian Kementerian Kebudayaan tidak hanya tertuju pada museum nasional, tetapi juga museum daerah, museum swasta, museum tematik, serta museum tokoh dan pahlawan nasional.
"Museum memiliki peran strategis dalam merawat ingatan kolektif bangsa dan memperluas akses publik terhadap warisan budaya," ujarnya.
Oleh karena itu, kata Fadli, museum yang berada di lingkungan kesultanan, keraton, dan istana juga didorong untuk menjadi bagian dari khazanah museum Indonesia,
Tanggapan Para Penasihat Menteri
Menanggapi penyerahan SK tersebut, Batara Richard Hutagalung menyatakan bahwa amanah sebagai Penasihat Menteri merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar, khususnya dalam penguatan literasi sejarah nasional.
Sementara itu, Singgih Tri Sulistiyono menekankan bahwa sejarah memiliki peran fundamental dalam membangun dan memperkuat jati diri bangsa. Menurutnya, nilai-nilai sejarah harus berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 agar mampu menjadi perekat bangsa yang majemuk, sekaligus menghadirkan inspirasi dari kejayaan masa lalu.
Putu Supadma Rudana menilai museum memiliki esensi penting dalam perjalanan bangsa karena menjadi ruang penyajian narasi sejarah dan kebudayaan secara utuh. Perhatian terhadap museum daerah, museum swasta, dan museum tokoh nasional dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas ekosistem permuseuman nasional.
Adapun Taufik Ismail berharap Kementerian Kebudayaan terus menggali dan mengangkat kekayaan ekspresi budaya dan sastra Indonesia yang sangat beragam agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Tokoh Lain Segera Terima SK
Selain para penasihat yang hadir, Kementerian Kebudayaan juga akan menyerahkan SK Penasihat Menteri kepada sejumlah tokoh lainnya, antara lain Wardiman Djojonegoro, Noerhadi Magetsari, Anhar Gonggong, dan Taufik Abdullah.
Menteri Kebudayaan menyampaikan apresiasi atas kesediaan para tokoh untuk menjadi Penasihat Menteri dan berharap mereka dapat berperan aktif sebagai pengarah dalam berbagai program strategis Kementerian Kebudayaan guna memajukan kebudayaan Indonesia.










