TVRINews, Papua
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III memperluas edukasi bahaya narkoba hingga ke wilayah pedalaman Papua sebagai langkah preventif melindungi generasi muda dari ancaman peredaran narkotika.
Langkah ini dilakukan menyusul temuan aparat terkait dugaan praktik budidaya ganja di sejumlah wilayah terpencil yang disebut melibatkan intimidasi terhadap masyarakat setempat.
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan edukasi diperluas dengan menyasar langsung masyarakat di daerah rawan, termasuk anak-anak, remaja, dan para orang tua.
“Selain dipaksa oleh TPNPB-OPM untuk menanam ganja hingga ke pekarangan rumah sendiri, ternyata masyarakat juga dijadikan sasaran peredaran barang haram tersebut, yang sengaja diperjualbelikan kepada anak-anak muda Papua,” ujar Lucky dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 16 Mei 2026.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Lucky bersama jajaran petinggi TNI menyambangi Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyebaran informasi terkait pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan budidaya ganja, sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman narkotika.
Menurut Lucky, edukasi dikemas secara humanis agar lebih mudah diterima masyarakat. Anak-anak diajak mengikuti permainan interaktif, sementara orang tua diberikan pemahaman mengenai dampak narkoba terhadap masa depan keluarga dan lingkungan.
Dalam kegiatan itu, TNI juga membagikan perlengkapan sekolah, buku tulis, tas, dan makanan ringan kepada anak-anak sebagai bagian dari pendekatan persuasif.
Lucky menegaskan upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk menjaga generasi muda Papua dari ancaman narkoba yang dinilai dapat merusak masa depan daerah.
“Penemuan hampir 2.000 batang pohon ganja ini menjadi bukti bahwa ancaman narkoba di Papua harus ditangani secara serius, bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat edukasi langsung kepada masyarakat,” kata Lucky.
Ia menambahkan pendekatan edukatif menjadi strategi penting untuk membangun ketahanan sosial masyarakat di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses informasi di sejumlah wilayah pedalaman.
Menurut Lucky, perang melawan narkoba di Papua membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari aparat, tokoh masyarakat, keluarga, hingga generasi muda.
“TNI bersama rakyat akan terus memperkuat edukasi dan langkah pencegahan demi melindungi masa depan generasi Papua dari bahaya narkoba,” tutur Lucky.










