TVRINews, Surabaya
FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat di Surabaya melalui penguatan UMKM berbasis pangan. Program tahap kedua ini menyasar lebih dari 100 ibu rumah tangga di Kelurahan Tenggulunan, kawasan Teluk Lamong dan sejumlah wilayah Surabaya.
Kegiatan kick-off yang digelar pada 16 Mei 2026 diikuti lebih dari 150 peserta. Program ini mengusung semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact dengan fokus pada peningkatan keterampilan praktis serta pengembangan kapasitas usaha masyarakat.
Peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh higienis sesuai standar halal, pengembangan produk inovasi berbasis kedelai, pembukuan sederhana, desain kemasan, pendampingan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi halal hingga akses menuju pasar modern. Peserta program tahap pertama juga dilibatkan sebagai pelatih melalui skema Training of Trainers (ToT).
VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, mengatakan program ini dirancang untuk membuka peluang ekonomi lebih luas bagi perempuan pelaku UMKM.
“Melalui FKS Empower, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan.
Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas dan lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice, dalam keterangan yang diterima pada Sabtu, 16 Mei 2026.
VP TJSL PT Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, berharap program tersebut terus memberi manfaat bagi masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan, sehingga komunitas yang telah mendapat manfaat dapat turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing,” ujar Zulhendri.
Program kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama, pendampingan dilakukan di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, yakni Romokalisari, Tambak Osowilangun, Tambak Sarioso dan Desa Karangkiring.
Sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta. Berbagai produk inovatif berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kedelai, brownies tempe hingga produk turunan kedelai lainnya.
Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87 persen pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan menjadi kontributor terbesar.
Pemerintah Kota Surabaya juga mencatat jumlah UMKM di kota tersebut mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha. Pada 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 5.250 UMKM mendapatkan intervensi berupa pelatihan, pemasaran, pendampingan hingga legalitas produk.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut baik program tersebut karena sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat daya saing UMKM lokal.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk kolaborasi strategis antara PT Pelindo Multi Terminal dan FKS Group, yang didampingi oleh PT Sahabat Investasi Indotama atau Social Investment Indonesia.
Inilah bukti nyata sinergi antara dunia usaha dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya adalah melalui dorongan inovasi produk yang dilakukan, produk tempe, tahu atau olahan kedelai lainnya yang berasal dari lokasi binaan memiliki nilai tambah yang tinggi dan dapat berdaya saing global atau go internasional,” kata Eri.
Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program tersebut membantu meningkatkan kemampuan usaha yang dijalankannya.
“Dari program ini saya jadi belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari cara mengelola usaha, membuat kemasan produk yang lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha.
Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depannya,” kata Dessy.
Pada tahap kedua ini, FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal juga memperkuat pendampingan peserta tahap pertama agar produk UMKM binaan memiliki peluang lebih besar masuk ke pasar modern lokal di Surabaya. Program tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya UMKM yang lebih mandiri, inovatif dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.










