TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan riset. Hal tersebut diungkapkan oleh, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.
Ia mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung target pemerintah dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia,” kata Brian dalam keterangan yang terima tvrinews.com pada Jumat, 19 Juni 2026
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga filantropi seperti BAZNAS, menjadi langkah penting untuk memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan tinggi.
Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid, menyatakan pendidikan menjadi salah satu fokus utama lembaganya dalam menyalurkan dana zakat. Karena itu, pihaknya siap mendukung program-program yang memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Komitmen kami sangat tinggi untuk pendidikan. Kami sangat mendukung dan ingin mengalokasikan dana yang optimal untuk masa depan Indonesia,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS juga mengusulkan program beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina yang ingin melanjutkan studi di Indonesia. Program itu diharapkan dapat membantu mencetak sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam proses pembangunan kembali Palestina di masa depan.
“Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali,” kata Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad.
Selain beasiswa internasional, kedua pihak turut membahas peluang pengembangan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia dari keluarga rentan yang belum memenuhi syarat sebagai penerima KIP Kuliah. Skema tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan namun belum terjangkau program bantuan yang ada.
Tak hanya itu, Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki kerja sama dalam program pemberdayaan masyarakat dan riset. Salah satu usulan yang mengemuka adalah pelibatan mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk mendukung program-program BAZNAS di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua lembaga berharap dapat menghadirkan program pendidikan dan pemberdayaan yang lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.










