TVRINews, Jakarta
Presiden Direktur PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut pengembangan sektor energi Indonesia tengah memasuki skala besar dengan rencana pembangunan pembangkit listrik hingga 100 gigawatt (GW).
Hal tersebut disampaikan Darmawan dalam pembukaan Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa, 22 September 2026.
Darmawan mengatakan program tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 GW serta pengembangan sistem penyimpanan energi dan jaringan transmisi.
"Mau izin Pak Menteri, tadi Bapak menanyakan, ini kok rame kenapa? Pak izin Pak, ini ada PLT 100 gigawatt," kata Darmawan, Selasa, 22 September 2026.
Ia menjelaskan, terdapat perubahan dalam rencana pembangunan yang mencakup sekitar 54 GW peak serta kapasitas baterai hampir 160 gigawatt hour.
"Baterainya 100, hampir 160 gigawatt hour," lanjutnya.
Selain pembangkit dan baterai, pengembangan infrastruktur kelistrikan juga mencakup jaringan transmisi sekitar 48 ribu kilometer sirkuit.
"NRPTL ada 70 gigawatt, transmisi ada 48 ribu kilometer circuit transmission line," ucapnya.
Menurut Darmawan, besarnya skala pembangunan tersebut menunjukkan Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan energi di kawasan.
"Artinya apa program dari Bapak, ini disambut dengan gegap gempita. Nah untuk itu Bapak, tanpa panjang lebar Pak, kami siap melaksanakan arahan dari Bapak sebagai panglima tempur di bidang energi dan kepala satgas 100 gigawatt peak arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," tuturnya.










