TVRINews, Jakarta
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia memiliki peluang investasi yang besar di sektor energi seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan pertumbuhan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa, 22 September 2026.
Bahlil mengatakan kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan permintaan pasar. Menurutnya, Indonesia juga memiliki beragam sumber energi yang dapat dikembangkan, mulai dari energi surya, air, panas bumi hingga angin.

(Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Selasa, 22 September 2026. [Foto: TVRINews])
"Dan saya yakin juga kepada teman-teman bahwa harga kita akan jauh lebih kompetitif ketimbang produksi listrik dari negara-negara yang lain. Kita akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi Bapak-Ibu semua,"tambahnya.
Ia menyampaikan pemerintah membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan berbagai potensi energi di sejumlah wilayah Indonesia.
Bahlil mencontohkan potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Papua dan Kalimantan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan energi.
"Kalau ada yang mau air, PLTA di Papua. Sungai Mambramo. Potensinya 23 gigawatt. Kalau di Kalimantan di Kayang itu kurang lebih sekitar 12 gigawatt,"pungkasnya.
Bahlil juga mengajak pelaku usaha dan investor melihat potensi pengembangan energi di Indonesia sebagai bagian dari kebutuhan infrastruktur kelistrikan ke depan.










