TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kapasitas musisi daerah melalui program Aktivasi Creative Hub melalui Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik. Program ini menjadi upaya untuk meningkatkan pemahaman pelaku musik terhadap industri, sekaligus membuka ruang promosi dan memperluas jangkauan karya musisi lokal.
Program AKTIF Musik diselenggarakan oleh Deputi Bidang Kreativitas Media dan Direktorat Musik Kementerian Ekraf di DIEU GEURA Arts and Community Space, Kota Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini dikemas melalui diskusi industri musik dan showcase musisi lokal.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menilai subsektor musik memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
"Musik bukan hanya ekspresi kreativitas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Kami ingin memastikan talenta musik daerah memiliki kesempatan untuk berkembang agar karya mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Cecep Rukendi, menekankan bahwa pengembangan musik daerah tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dalam menghasilkan karya. Pelaku musik juga perlu memiliki kemampuan mengelola bisnis secara profesional dan berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pengelola ruang kreatif, dan pelaku industri menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan potensi musisi lokal menjadi peluang ekonomi.
Diskusi industri musik dalam program AKTIF Musik diikuti 50 peserta dan menghadirkan empat pakar untuk membahas berbagai aspek pengembangan industri musik. Materi yang dibahas meliputi pemetaan potensi skena musik lokal, optimalisasi festival, komersialisasi dan lisensi penggunaan karya, hingga manajemen bisnis musik modern.
Direktur Musik Kementerian Ekraf, Mohammad Amin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pengetahuan industri dengan kebutuhan pengembangan karier musisi.
Melalui sesi diskusi, musisi diharapkan memperoleh wawasan untuk mengelola karier dan bisnis musik secara lebih profesional. Sementara itu, showcase memberikan kesempatan bagi musisi untuk memperkenalkan karya orisinal sekaligus membangun jejaring yang mendukung perkembangan karier mereka.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penampilan lima grup musik asal Bogor dari berbagai genre, yakni Linages dengan genre indie rock, Eyeliner dengan genre alternatif, Blizter dengan genre post-punk, Piknik dengan genre britpop/indie, serta TheDustyRusty dengan genre retro pop.
Pemerintah Kota Bogor menyambut baik penyelenggaraan AKTIF Musik sebagai ruang kolaborasi untuk mengembangkan potensi kreatif daerah. Sinergi antara pelaku musik dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat ekosistem musik sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bogor.
Melalui program AKTIF Musik, Kementerian Ekraf berupaya mengoptimalkan ruang kreatif sebagai tempat pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pertemuan antarpelaku industri. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan ekosistem musik lokal serta membuka peluang pengembangan karya dan usaha musik di daerah.










