TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi memulai rangkaian program Wonder Voice of Indonesia (WVI) 2026 sebagai upaya mencari dan membina talenta suara nasional. Program ini diharapkan memperkuat ekosistem industri sulih suara atau voice over Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, WVI menjadi wadah bagi talenta dari berbagai daerah untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperluas akses ke industri kreatif.
"Melalui Wonder Voice of Indonesia 2026, kami ingin membuka kesempatan bagi lebih banyak talenta dari berbagai daerah untuk mengembangkan kemampuan dan terhubung dengan industri," kata Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 250 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan komunitas lokal. Program ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Voice Institute Indonesia dan berbagai lembaga pendidikan.
Riefky menilai, industri sulih suara memiliki peluang besar seiring berkembangnya berbagai sektor ekonomi kreatif, mulai dari film, animasi, gim, periklanan, hingga konten digital.
Potensi tersebut tercermin dari capaian alumni WVI yang dilaporkan telah dipercaya oleh lebih dari 300 merek dan menghasilkan dampak ekonomi langsung lebih dari Rp2,5 miliar.
Pemerintah juga memperkuat landasan pengembangan industri ini melalui penetapan sulih suara sebagai salah satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 melalui Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026.
Menurut Riefky, penguatan kebijakan tersebut perlu diikuti langkah konkret agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pelaku ekonomi kreatif.
Untuk itu, Kementerian Ekraf menghadirkan tiga program unggulan, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Ketiganya diarahkan untuk menggali potensi daerah, memperkuat ekosistem kreatif, serta mendorong kekayaan intelektual lokal agar mampu bersaing di pasar global.
WVI Kembangkan Talenta dan Jejaring Industri
Wonder Voice of Indonesia pertama kali diselenggarakan pada 2022 sebagai langkah awal membangun fondasi pengembangan talenta sulih suara di Indonesia.
Program ini kemudian berkembang pada 2023 melalui kurikulum pembelajaran daring dan luring, kegiatan road to WVI, produksi sandiwara radio bersama Radio Sonora, serta pembentukan komunitas Voice People Jawa Timur.
Pada 2024, jangkauan komunitas WVI meluas ke Yogyakarta, Aceh, Bali, dan Makassar. Kolaborasi alumni dengan lebih dari 50 merek atau institusi juga menjadi bagian dari perkembangan program tersebut.
Sementara pada 2025, WVI mencatat lebih dari 7.200 pendaftar dan memperoleh eksposur di lebih dari 30 media. Perluasan komunitas turut ditandai dengan pembentukan Voice People Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera Utara, serta terbentuknya Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).
Salah satu alumni WVI 2024, Euis Handayani atau Unya, mengungkapkan bahwa program tersebut membuka peluang karier sekaligus memperluas jejaring profesionalnya di industri kreatif. Kini, Unya meniti karier sebagai pengisi suara profesional, mentor, dan voice director.
"Pengalaman ikut Wonder Voice of Indonesia tidak bisa dibeli dengan apa pun. Karena yang kita dapat bukan hanya pengalaman, tetapi juga networking untuk bisa mendapatkan kesempatan bekerja di industri kreatif," ucap Unya.
Antusiasme terhadap program ini juga terlihat dari peserta yang mengikuti kegiatan di Telkom University. Salah satunya Naufal, mahasiswa komunikasi yang menilai WVI memberikan kesempatan untuk mempelajari langsung keterampilan sulih suara dari para praktisi.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu mahasiswa mengasah kemampuan komunikasi sekaligus mengembangkan minat di bidang voice acting.
Melalui WVI 2026, Kementerian Ekraf berharap semakin banyak talenta daerah memperoleh akses pelatihan dan kesempatan berkarier, sehingga industri sulih suara nasional semakin berkembang dan mampu memperluas jangkauan ke pasar internasional.










