TVRINews, Jawa Timur
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan program rumah subsidi berjalan tepat sasaran dan memiliki kualitas yang baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hal tersebut disampaikan saat Maruarar meninjau langsung perumahan subsidi Kokoh City di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Minggu, 3 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak serta Bupati Bangkalan Lukman Hakim.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan hunian sekaligus melihat langsung pemanfaatannya oleh masyarakat. Maruarar juga berdialog dengan sejumlah penghuni yang bekerja di sektor informal, seperti pedagang sayur, pengumpul barang bekas, hingga tukang tambal ban.
Menurutnya, program perumahan subsidi tidak hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
"Untuk urusan rumah subsidi, BPHTB dan PBG gratis karena ini adalah kebijakan nasional yang sangat pro rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Senin, 4 Mei 2026.
Selain itu, Maruarar mendorong agar seluruh perumahan subsidi dapat masuk dalam segmentasi pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dan program Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah ini dinilai penting agar akses pembiayaan semakin cepat, mudah, dan terjangkau.
"Negara tidak boleh kalah dengan rentenir. Harus lebih cepat, lebih mudah, dan lebih murah," tegasnya.
Dari hasil peninjauan, Maruarar menilai kualitas infrastruktur di kawasan perumahan tersebut sudah cukup baik, mulai dari bangunan, ketersediaan air, hingga kondisi jalan lingkungan.
"Kualitas bangunan, ketersediaan air, dan kondisi jalan di sini sudah cukup bagus. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung program perumahan rakyat, termasuk melalui penguatan infrastruktur penunjang.
"Kami akan cari solusi untuk ini karena jalan perumahan ini sangat strategis. Untuk anggarannya ada dari APBD dan kami akan terus bersinergi dengan Kementerian PKP," kata Emil Dardak.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan perumahan subsidi tidak hanya berfokus pada jumlah, tetapi juga kualitas, lokasi, serta keterjangkauan bagi masyarakat.










