TVRINews, Surabaya
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu, 3 Mei 2026. Gus Ipul memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target agar dapat segera digunakan pada tahun ajaran baru.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa pembangunan gedung Sekolah Rakyat saat ini sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum di 97 titik di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah. Di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dari 97 itu, 67 insya Allah selesai tepat waktu,” kata Gus Ipul.
Mengenai beberapa titik yang belum rampung, Mensos menyebut adanya kendala administrasi serta tantangan geografis. Meski demikian, bangunan akan tetap dimanfaatkan secara fungsional sembari proses penyelesaian dilanjutkan secara bertahap.
Sekolah Rakyat permanen di Surabaya ini berdiri di atas lahan seluas 66.143 meter persegi. Dengan progres fisik mencapai 56 persen, proyek ini ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 untuk menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.
Gus Ipul menambahkan bahwa Jawa Timur merupakan wilayah dengan pembangunan Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia. Saat ini, terdapat 5 lokasi yang sedang dikebut pembangunannya di Jatim, yakni Surabaya, Gresik, Tuban, Jombang, dan Sampang.
“Di Jatim ada 18. Khusus Jatim terbesar ini,” kata Gus Ipul.
Pembangunan ini mengusung konsep kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas yang disediakan meliputi asrama putra dan putri, asrama guru, tempat ibadah, sarana olahraga, hingga laboratorium yang dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa.

“Gedung ini nanti bisa menampung seribu siswa. SD, SMP, dan SMA. Dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kemudian asrama, laboratorium, UKS, dan juga fasilitas ekstrakurikuler lainnya,” jelas Gus Ipul.
Terkait pengadaan perlengkapan siswa, Gus Ipul menjamin seluruh proses dilakukan secara transparan dan akuntabel tanpa adanya praktik menyimpang.
“Tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan,” tegasnya.
Di akhir peninjauan, Gus Ipul memberikan apresiasi kepada tenaga konstruksi dan menuliskan pesan mendalam pada plakat testimoni di lokasi pembangunan.
"Sekolah ini tidak hanya dibangun dari batu dan semen tetapi dengan harapan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu untuk tumbuh setara."










