
Foto: Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Ende
Rumah Pengasingan Bung Karno di Kota Ende, Nusa Tenggara Timur, kini tidak hanya berfungsi sebagai situs sejarah, tetapi juga menjadi ruang refleksi nilai-nilai kebangsaan bagi masyarakat dan pengunjung dari berbagai daerah.
Juru pelihara rumah, Syafrudin, mengatakan bahwa banyak pengunjung yang datang merasakan pengalaman emosional saat menyaksikan langsung tempat Bung Karno diasingkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1934–1938.
“Banyak pengunjung yang menangis, merasa terharu, dan bangga saat datang ke sini,” ujarnya kepada TVRINews di rumah Pengasingan Bung Karno, Ende, NTT, pada Sabtu, 31 Mei 2025.
Rumah yang terletak di Jalan Perwira, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara, ini menjadi tempat Bung Karno merenung dan berinteraksi dengan masyarakat selama empat tahun masa pengasingan.
Menurut Syafrudin, antusiasme masyarakat terhadap situs ini semakin tinggi, terutama menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipusatkan setiap 1 Juni di Ende.
“Bukan hanya masyarakat lokal, tapi juga tamu dari berbagai daerah bahkan mancanegara datang ke sini,” ucapnya.
Selain itu, Syafrudin menjelaskan bahwa Rumah Pengasingan Bung Karno saat ini berada di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 16 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan telah diakui sebagai salah satu situs sejarah penting berskala nasional dan internasional.
Baca Juga: Monumen Pancasila di Ende, Jejak Lahirnya Ideologi Bangsa
Editor: Redaktur TVRINews
