TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada 8 hingga 14 September 2026.
Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi secara lokal di sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan. Informasi tersebut diterima TVRINews melalui caption akun resmi BMKG, Selasa, 18 Agustus 2026.
BMKG menjelaskan, kondisi cuaca dalam sepekan ke depan dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Salah satunya fenomena El Niño kategori sangat kuat yang secara umum membatasi suplai uap air dan mempertahankan kondisi atmosfer relatif kering.
Selain itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan melintasi wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Perambatan gelombang ekuator, khususnya Gelombang Kelvin, juga terpantau melintasi sebagian wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.
Pola perlambatan dan belokan angin turut terbentuk di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Kondisi tersebut diperkuat faktor cuaca lokal, seperti pemanasan permukaan, topografi, serta ketersediaan uap air yang dapat memicu hujan lebat secara signifikan.
Potensi Hujan 8–10 September
Untuk periode 8 hingga 10 September 2026, BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, dan Papua.
Sementara itu, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Aceh dan Sumatera Utara.
Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, serta Papua.
Potensi Hujan 11–14 September
Pada periode 11 hingga 14 September 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Untuk periode ini, BMKG tidak memprakirakan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Namun, potensi angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua.
BMKG juga mengingatkan masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau menggunakan masker dan kacamata pelindung.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan pelindung atau tabir surya, menjaga kecukupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi, serta menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan.
Meski musim kemarau masih berlangsung, masyarakat tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca lokal secara tiba-tiba, termasuk hujan yang disertai kilat atau petir serta angin kencang.










