TVRINews – Jakarta
Pemerintah Intensifkan Pembenahan Rantai Pasok dan Manajer Koperasi Desa.
Pemerintah mempercepat konsolidasi operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memastikan fungsi distribusi kebutuhan pokok dan pusat ekonomi kerakyatan berjalan optimal di berbagai daerah. Langkah strategis ini menitikberatkan pada penataan rantai pasok barang serta penempatan sumber daya pengelola yang telah tersertifikasi.
Kantor Staf Presiden bersama PT Agrinas Pangan Nusantara mencatat, fokus utama saat ini adalah merapikan alur pasokan komoditas esensial seperti beras, minyak goreng, gula, LPG, hingga pupuk agar langsung terhubung ke gerai-gerai koperasi.
Di samping itu, penyelarasan lokasi usaha juga ditempuh, termasuk menyelesaikan penyesuaian regulasi tata ruang untuk gerai yang berada di wilayah tertentu, seperti di Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan data Badan Komuniasi Pemerintahan RI (Bakom RI) Peran manajer profesional menjadi pilar penting dalam tata kelola KDKMP. Berdasarkan data Dasbor Talenta Koperasi per 15 September 2026, sebanyak 28.624 calon manajer telah terverifikasi dan mengantongi sertifikat pelatihan resmi, di mana 64,9 persen di antaranya merupakan perempuan dan 92 persen berpendidikan sarjana.
Pada tahap awal rekrutmen ini, penempatan sekitar 13.000 hingga 15.000 manajer berstatus pegawai BUMN Perjanjian Kerja Waktu Tertentu akan disesuaikan dengan tingkat kesiapan operasional fisik koperasi di lapangan.
Transformasi KDKMP dari sekadar pembangunan fisik menuju penguatan substansi operasional diharapkan mampu menjadikan koperasi sebagai agregator sekaligus pembeli produk lokal. Melalui skema ini, para pelaku UMKM, petani, dan nelayan memiliki kepastian pasar, sementara masyarakat dapat menikmati akses barang kebutuhan pokok secara lebih mudah dan terjangkau.










