TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya dalam memperkuat integritas, kompetensi, dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) melalui penerapan budaya kerja BerAKHLAK di lingkungan kementerian.
Komitmen tersebut ditandai dalam Seminar Penguatan Kinerja Beretika dan Pencanangan Komitmen Penguatan Nilai-Nilai ASN BerAKHLAK. Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, keharmonisan, loyalitas, adaptivitas, dan kolaborasi.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan nilai-nilai BerAKHLAK tidak cukup dipahami sebagai pedoman, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari setiap pegawai. Menurutnya, lingkungan kerja yang aman dan saling menghormati menjadi syarat utama terciptanya organisasi yang sehat.
“Setiap pegawai harus dapat bekerja secara profesional tanpa intimidasi, perundungan, kekerasan, pelecehan, maupun perilaku yang merendahkan martabat. Kita boleh berbeda pendapat dan bekerja dengan target yang tinggi, namun etika dan penghormatan terhadap sesama tidak boleh dikorbankan,” ujar Badri kutip Rabu, 16 September 2026.
Dalam sambutannya, Badri juga menyampaikan tiga arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, kepada seluruh ASN Kemdiktisaintek. Arahan pertama menekankan pentingnya menjadikan integritas sebagai kebiasaan dalam menjalankan setiap amanah dan tanggung jawab.
Arahan kedua mengajak seluruh pegawai membangun budaya saling menghormati di tengah beragam pandangan dan dinamika organisasi. Sementara arahan ketiga menegaskan bahwa peningkatan kompetensi merupakan tanggung jawab profesional yang harus dilakukan secara berkelanjutan seiring perkembangan dunia pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
Selain seminar, Kemdiktisaintek juga mencanangkan komitmen bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan publik. Komitmen tersebut mencakup pembangunan budaya kerja yang profesional, berintegritas, inklusif, serta penguatan kapasitas pegawai guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Badri menegaskan, pencanangan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari perubahan budaya kerja yang berkelanjutan.
“Mari kita jadikan BerAKHLAK bukan hanya sebagai nilai yang kita pahami, namun juga sebagai cara kita bekerja dan menjadi budaya dari Kemdiktisaintek,” tutupnya.










