TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas rencana kemitraan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, terutama di bidang kedokteran dan sains.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang mendampingi Presiden Prabowo mengatakan kerja sama dengan Imperial College London menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem pendidikan dan riset nasional.
“Jadi Imperial College, saat ini kita sudah membicarakan banyak hal terkait dengan rencana kita untuk membangun strategic partnership untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan kedokteran,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga membahas rencana pembangunan 10 universitas kedokteran dan sains di Indonesia. Imperial College London direncanakan mendukung pengembangan institusi tersebut melalui penyusunan kurikulum, penguatan standar pengajaran, penelitian bersama, hingga program profesor tamu internasional.
“Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 medical dan science university, nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College. Jadi nantinya kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya,” jelas Mendiktisaintek.
Brian menilai kolaborasi dengan Imperial College London merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi Indonesia. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan riset.
“Hari ini Imperial College yang diterima oleh Bapak Presiden, ini adalah sebuah capaian yang sangat baik. Karena kita tahu, baru saja QS Ranking mengumumkan Imperial College ini adalah ranking kedua di dunia di bawah MIT,” katanya.
Menurut Brian, manfaat kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan oleh 10 universitas kedokteran dan sains yang akan dibangun, tetapi juga perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia.
“Tetapi kami yakin juga dampaknya pasti juga akan dapat dirasakan oleh kampus-kampus yang lainnya di seluruh Indonesia. Sehingga kita berharap kunjungan ini, pertemuan tadi diterima langsung oleh Bapak Presiden, ini membuka pintu kerja sama strategis yang lebih luas di dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Mendiktisaintek.
Ia menambahkan, reputasi Imperial College London di bidang medis dan sains membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian.
“Kita juga tahu untuk pendidikan medis, Imperial College ini peringkat keempat di dunia. Sehingga kalau kerja sama ini nanti bisa direalisasikan, tentu ini adalah sebuah peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama langsung dengan kampus yang sangat top di dunia, untuk bisa menaikkan juga kualitas pengajaran, penelitian di Indonesia yang tentunya diharapkan juga ranking kita di dunia, kampus-kampus kita ini juga akan ikut naik,” ungkapnya.
Imperial College London saat ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik dunia di bidang sains, teknologi, kedokteran, dan riset. Kemitraan yang tengah dijajaki bersama pemerintah Indonesia diharapkan menjadi pendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional, sekaligus mempercepat lahirnya dokter, ilmuwan, dan peneliti Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.










